57 Pelajar Sakit Usai Santap MBG, Operasional SPPG Watubangga Dihentikan

KENDARINEWS. COM–Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk sementara terhenti. Penghentian operasional dilakukan setelah puluhan pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.

Sebanyak 57 pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di salah satu pondok pesantren di Kota Kendari dilaporkan mengalami mual dan pusing. Para pelajar tersebut kemudian mendapat penanganan medis di empat fasilitas kesehatan.

Merespons kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah penghentian sementara operasional SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga. Kebijakan itu berlaku mulai Sabtu (20/9/2026) dan akan berlangsung hingga proses evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di SPPG tersebut rampung.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari, Mulyadi, mengatakan penghentian operasional dilakukan berdasarkan instruksi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari, Mulyadi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Dia menambahkan, selama masa penghentian, SPPG tersebut tidak diperbolehkan melakukan produksi maupun distribusi makanan. Langkah itu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan MBG berjalan sesuai standar.

Dia melanjutkan, Evaluasi tidak hanya diarahkan pada makanan yang dikonsumsi para pelajar. BGN turut menelusuri seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, pemorsian hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Di sisi lain, penanganan terhadap para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan langsung dilakukan setelah kejadian diketahui. Jajaran SPPG di wilayah Sultra berkoordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk memastikan para pelajar mendapat penanganan medis.

Pihak SPPG Watubangga juga melakukan penjemputan dan pengantaran para siswa ke fasilitas kesehatan.

“BGN menanggung biaya pengobatan dan perawatan siswa terdampak,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Untuk memastikan penyebab kejadian, sampel makanan yang diduga berkaitan dengan keluhan para pelajar telah diamankan dan diperiksa di laboratorium. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan setelah para pelajar mengonsumsi menu MBG.

“Untuk sampel sudah dilakukan pemeriksaan dan masih menunggu hasil. Sejauh ini menunggu hasil dari Labkes Provinsi,” jelasnya. (

Tinggalkan Balasan