KENDARINEWS, COM– Ratusan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Kedatangan mereka yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di Bandara Haluoleo Kendari disambut hangat oleh keluarga, masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Momen ini bukan hanya menjadi kebahagiaan tersendiri, tetapi juga menjadi titik awal harapan agar para jemaah dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
Mewakili Gubernur Sultra, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, La Ode Fasikin, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jemaah dalam keadaan sehat walafiat. Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membentuk ketakwaan, kesabaran, dan rasa persaudaraan yang luhur.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Anoa. Ibadah haji yang telah dilaksanakan harus melahirkan perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari‑hari. Jemaah haji yang mabrur tercermin dari semakin baiknya akhlak, kejujuran, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah menegaskan, pembangunan Sulawesi Tenggara tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan moral dan nilai keagamaan. Di sinilah peran strategis para jemaah haji diharapkan dapat berperan sebagai teladan, perekat persatuan, serta agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sultra, Muhammad Lalan Jaya, melaporkan bahwa pada hari pertama pemulangan, sebanyak 392 jemaah haji telah tiba di Kendari melalui tiga penerbangan bertahap. Penerbangan pertama membawa Kloter 32 dengan jumlah 130 orang, disusul penerbangan berikutnya hingga seluruh rombongan tiba dengan selamat.
“Secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dengan peningkatan kualitas pelayanan di bidang ibadah, kesehatan, maupun layanan umum. Namun kami turut menyampaikan belasungkawa bahwa satu orang jemaah diketahui wafat sebelum keberangkatan menuju Madinah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja seluruh petugas yang telah mendampingi jemaah mulai dari keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga proses kepulangan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, menyatakan bahwa seluruh persiapan penyambutan telah dilakukan secara matang bersama instansi terkait. Pihaknya memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti kursi roda serta jalur khusus agar proses kedatangan berjalan nyaman dan lancar.
“Baik saat keberangkatan maupun kepulangan, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Kenyamanan dan keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Dengan kepulangan ini, diharapkan nilai‑nilai luhur yang didapatkan selama menunaikan ibadah haji dapat terus diamalkan, sehingga menjadi energi positif dalam membangun masyarakat Sulawesi Tenggara yang semakin religius, damai, dan sejahtera.









































