Hari Pertama Pendaftaran Pilrek UHO Kosong, Prof Ali Bain Tegaskan Verifikasi Administrasi Ketat

-Syarat Kesehatan Wajib dari RS Pemerintah, Tidak Ada Dispensasi Keterlengkapan Dokumen

KENDARINEWS.COM– Hari pertama masa penjaringan bakal calon (Bacalon) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 berlangsung sepi.

Hingga penutupan jam kerja pukul 16.00 WITA, Selasa (12/5/2026), belum ada satu pun pendaftar yang menyerahkan berkas ke Sekretariat Panitia Pilrek di Lantai IV Rektorat Soleh Solahuddin. Meski begitu, panitia menegaskan proses berjalan sesuai jadwal dan kesiapan verifikasi dokumen disiapkan sangat ketat.

Ketua Panitia Pilrek UHO sekaligus Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Bain, M.Si., IPU, ASEAN Eng., mengungkapkan, sempat ada konfirmasi dari calon yang berniat mendaftar, namun di menit-menit terakhir yang bersangkutan membatalkan kedatangannya dan menjadwalkan ulang pendaftarannya. Menurutnya, hal ini hal yang wajar, kemungkinan besar masih ada berkas yang perlu dilengkapi mengingat persyaratan yang cukup banyak dan rinci.

“Kami maklumi jika hari ini belum ada yang mendaftar. Waktunya masih panjang hingga 2 Juni mendatang. Kami hanya berharap, bagi yang berencana mendaftar, sebaiknya menginformasikan sehari sebelumnya agar kami bisa menyiapkan penyambutan dan pelayanan yang baik saat berkas diserahkan,” ujar Prof Ali Bain.

Ia kembali menegaskan aturan main seleksi tahun ini. Penilaian administrasi dibagi dua tahap: pertama pengecekan kelengkapan berkas saat diserahkan, dan kedua verifikasi mendalam isi dokumen serta keaslian data setelah masa pendaftaran ditutup. Tidak ada toleransi bagi dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai ketentuan.

Salah satu syarat yang paling diperhatikan adalah surat keterangan kesehatan. Panitia mewajibkan tiga dokumen kesehatan berbeda, yaitu kesehatan jasmani, kesehatan jiwa, dan surat bebas narkotika. Ketiganya wajib diterbitkan oleh rumah sakit pemerintah/pelat merah (RSUD, RS Bhayangkara, RS TNI/Korem, dll). Surat dari rumah sakit swasta secara otomatis ditolak. “

adalah syarat mutlak. Kita butuh pemimpin yang fisik, mental, dan perilakunya prima. Jika saat mendaftar belum memenuhi syarat kesehatan, kami tidak bisa memberi dispensasi untuk berobat dulu. Dokumen harus lengkap dan sah saat diserahkan,” tegasnya.

Terkait kekhawatiran soal keaslian dokumen, Prof Ali Bain menjamin proses verifikasi berjalan sangat ketat dan kolegial. Panitia tidak hanya memeriksa di atas meja, tapi juga siap turun ke lapangan mengecek keabsahan ijazah, surat tugas, hingga surat pernyataan tidak melakukan tindakan plagiat karya ilmiah. Semua harus terbukti asli, benar, dan sesuai aturan.

“Jangan ada yang coba memanipulasi data atau menggunakan dokumen palsu. Kami jamin akan ketahuan. Prinsip kami: transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi demi menjaga martabat UHO,” tambahnya.

Masa pendaftaran yang cukup panjang, hampir tiga minggu, sengaja disiapkan agar calon punya cukup waktu menyiapkan segala persyaratan, sekaligus menyusun visi, misi, dan program kerja. Nanti, bacalon yang lolos administrasi akan memaparkan gagasannya secara terbuka di hadapan senat dan sivitas akademika.

Prof Ali Bain berharap seluruh sivitas akademika menjaga kondusivitas. “Mari kita dukung proses ini agar damai, tertib, dan melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa UHO semakin maju dan berdaya saing tinggi,” imbaunya.

Sebagai informasi, pendaftaran dibuka bagi dosen tetap/ASN dengan syarat utama: berpendidikan Doktor (S3), jabatan akademik minimal Lektor Kepala, dan usia maksimal 60 tahun per 25 Agustus 2026. Seluruh panduan lengkap bisa dilihat di laman resmi: https://pilrek2026.uho.ac.id/.

Tinggalkan Balasan