Prof Santiaji: Jalur Mandiri UHO Dibuka, Lulusan 3 Tahun Terakhir Bisa Daftar

Kelulusan Murni Berdasarkan Nilai Tes

KENDARINEWS.COM– Universitas Halu Oleo (UHO) resmi membuka pendaftaran seleksi Jalur Mandiri tahun 2026. Jalur ini menjadi kesempatan emas bagi calon mahasiswa yang belum lolos pada dua jalur nasional sebelumnya (SNBP dan SNBT), maupun bagi lulusan tahun-tahun sebelumnya yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara ini.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP memberikan penjelasan rinci mengenai seluruh alur, jadwal, aturan, dan mekanisme seleksi yang berlaku tahun ini.

Menurutnya, alur pendaftaran Jalur Mandiri UHO telah disusun bertahap untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada berbagai kalangan calon mahasiswa.

“Pembuatan akun dan pendaftaran kami buka mulai 1 Mei hingga 6 Juni 2026. Kemudian proses pembayaran baru dibuka pada tanggal 26 Mei sampai dengan 5 Juni. Kenapa akun dibuat lebih awal? Hal ini kami tujukan agar lulusan tahun 2024 atau 2025 yang tidak mengikuti UTBK sudah bisa mendaftar lebih awal. Nanti puncak pendaftaran biasanya terjadi pasca pengumuman UTBK tanggal 25 Mei, di mana peserta yang belum lolos akan mendaftar di rentang 25–30 Mei,” papar Prof Santiaji diruang kerjanya, Senin (11/5/2026)

Terkait besaran biaya pendaftaran, Prof Santiaji menegaskan bahwa nominal yang tertera di laman pendaftaran Jalur Mandiri UHO berlaku serentak dan sama untuk seluruh Indonesia, tidak ada perbedaan tarif antarwilayah maupun dibedakan antar-kampus. Ia juga menjelaskan siapa saja kelompok yang diperbolehkan dan dilarang mendaftar.

“Pendaftaran ini terbuka bagi siapa saja, termasuk yang sama sekali tidak mendaftar di dua jalur sebelumnya. Yang tidak boleh mendaftar hanya mereka yang sudah dinyatakan lulus dan daftar ulang di SNBP atau SNBT, maupun yang lolos jalur bebas tes. Data mereka otomatis terblokir sistem,” tegasnya.

Adapun batasan tahun kelulusan yang berlaku adalah tiga tahun terakhir. Artinya, hanya lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026 yang berhak mendaftar ke UHO lewat jalur ini, sedangkan lulusan tahun 2023 ke bawah belum mendapatkan kesempatan tahun ini.

Setelah melakukan pembayaran, peserta diwajibkan mencetak kartu ujian pada rentang tanggal 6 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya, pelaksanaan tes rencananya digelar pada 13 hingga 15 Juni.

“Tes dijadwalkan berlangsung dua hingga tiga hari. Namun, rentang waktu ini bisa kami perpanjang tergantung jumlah peserta yang mendaftar ke UHO. Jika jumlahnya sangat banyak, kami akan menambah jadwal agar pelayanan tetap tertib dan maksimal,” jelas Prof Santiaji

Berbeda dengan jalur nasional yang menggunakan skor UTBK, penentuan kelulusan di Jalur Mandiri UHO murni berdasarkan hasil tes yang diselenggarakan panitia. Sistem penilaian dilakukan dengan mengurutkan nilai peserta dari yang tertinggi ke terendah, kemudian disesuaikan dengan daya tampung masing-masing program studi.

“Kami tidak menetapkan passing grade atau nilai ambang batas dari tingkat fakultas. Jadi, kelulusan sangat bergantung pada persaingan pendaftar dan kuota yang tersedia. Jurusan seperti Kedokteran tentu persaingannya jauh lebih tinggi dibandingkan jurusan lain. Secara komposisi bobot penilaian, kami menerapkan standar pembobotan 40 persen, 30 persen, dan 30 persen sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Secara total tambahnya, bahwa kuota penerimaan mahasiswa baru UHO melalui jalur mandiri tahun ini diperkirakan mencapai 2.000 lebih kursi. Pengumuman hasil seleksi rencananya akan disampaikan pada tanggal 29 Juni 2026.

Prof Santiaji mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk memantau jadwal secara ketat, melengkapi berkas dengan benar, dan mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai waktu yang ditentukan agar tidak gugur di tengah proses. Jalur ini menjadi harapan utama bagi ribuan calon mahasiswa untuk bisa berkuliah di Universitas Halu Oleo.(ari)

Tinggalkan Balasan