KENDARINEWS.COM– Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Tenggara (Sultra) didominasi kasus penyakit kronis, dengan diabetes melitus (DM) dan hipertensi sebagai diagnosis terbanyak, diikuti layanan persalinan. Hal ini dikemukakan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kendari, Hernawan Priyastomo, yang menyatakan bahwa kondisi tersebut mencerminkan kebutuhan pengobatan dan kontrol rutin masyarakat dalam jangka panjang.
Untuk mengantisipasi tingginya kunjungan peserta ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kendari telah bekerja sama dengan lebih dari 40 FKTP, meliputi puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dan dokter gigi tingkat pertama. Selain itu, untuk layanan rujukan tingkat lanjutan telah bermitra dengan 19 fasilitas kesehatan, terdiri dari 16 rumah sakit dan tiga klinik utama, yang mencakup rumah sakit milik pemerintah dan swasta.
Hernawan juga menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka peluang kerja sama baru, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas atau jumlah peserta JKN yang besar, serta memiliki komitmen bersama untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan bagi peserta.










































