KENDARINEWS.COM-– Setelah melalui proses Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) VII Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari , Drs. KH. Muslim, M.Si resmi terpilih sebagai Ketua Umum MUI Sultra periode 2026-2031.
Pengumuman kepengurusan baru ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan peran MUI dalam membangun masyarakat Sultra ke depan.
Selain pemilihan Ketua Umum, seluruh struktur pengurus MUI Sultra juga telah ditetapkan secara resmi. Dr. H. Supriyanto, MA, MM, MPd, kembali menjabat sebagai Sekretaris Umum, H. Syamsul Bahtiar Fauzi, SE, M.Si dipercaya sebagai Bendahara. Drs. H. Ahmad Al-Jufri menjadi Ketua Dewan Pertimbangan, Mustam Ganra, SP, MP sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan.
Acara Musda yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra tersebut tidak hanya fokus pada pemilihan kepengurusan, melainkan juga menjadi wadah untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja MUI selama lima tahun ke depan. KH. Muslim dalam sambutannya menjelaskan bahwa setiap komisi yang dibentuk selama Musda telah melakukan sidang mendalam untuk menyusun langkah-langkah strategis sesuai dengan bidang masing-masing.
“Kami memastikan bahwa setiap komisi telah melakukan kajian mendalam terkait permasalahan dan peluang yang ada di wilayah Sultra. Langkah-langkah strategis yang dirumuskan akan menjadi dasar bagi MUI Sultra untuk menjalankan perannya sebagai lembaga yang mengawal nilai-nilai agama, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat harmoni antarumat beragama dan masyarakat,” ujarnya.
KH. Muslim menambahkan bahwa program kerja yang akan dijalankan mencakup beberapa bidang utama, antara lain penguatan pendidikan agama dan karakter, pembinaan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan kajian keislaman yang relevan dengan konteks lokal, serta peningkatan peran MUI dalam advokasi isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Sultra.
“Salah satu fokus utama kami adalah bagaimana MUI dapat berkontribusi lebih optimal dalam mengatasi tantangan zaman, termasuk masalah kemiskinan, pendidikan, dan lingkungan hidup, sambil tetap menjaga keutuhan ajaran agama. Kami juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun lembaga terkait lainnya,” jelas Ketua Umum.(lis)










































