KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi bersama Konsorsium Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and the Pacific (CCROM-SEAP) Institut Pertanian Bogor, serta United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, menggelar konsultasi teknis dan pelatihan ketiga dalam rangka penyusunan Development of Climate Change Adaptation Plan Based on Ecosystem, Landscape, Gender Equality and Social Inclusion in Wakatobi District.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Institut Pertanian Bogor, Lembaga Riset Kelautan dan Perikanan, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, tertanggal 13 November 2025 Nomor 2344/IT3.L.P8/PT.01/2025, perihal permohonan fasilitasi persiapan kegiatan 3RO Training di Kabupaten Wakatobi.
Asisten Administrasi Umum Setda Wakatobi, Ahmad, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya di wilayah kepulauan seperti Wakatobi.
“Perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus direspons secara terencana dan inklusif. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir kerangka adaptasi yang tidak hanya berbasis ekosistem dan lanskap, tetapi juga memperhatikan kesetaraan gender serta inklusi sosial sebagai bagian penting dari pembangunan daerah,” ujar Ahmad kemarin.
Ahmad menambahkan, kerangka pemantauan dan evaluasi serta strategi pembiayaan adaptasi di tingkat lokal sangat dibutuhkan agar program adaptasi perubahan iklim dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan tim pelaksana program menjelaskan, Konsultasi Teknis dan Pelatihan III ini difokuskan pada penguatan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lokal dalam menyusun Monitoring and Evaluation Framework pengarusutamaan GESI, serta identifikasi opsi-opsi pembiayaan adaptasi yang sesuai dengan kondisi wilayah Wakatobi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi teknis antar peserta sebagai upaya menyepakati substansi dan arah penyusunan dokumen perencanaan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat sipil, lembaga adat, forum anak, serta mitra pembangunan.








































