KENDARINEWS.COM — Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan terus menunjukkan hasil positif. Melalui Program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah) yang digagas Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Ir Hugua, sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Buton Utara (Butur) yang sebelumnya mengalami kerusakan parah kini mulai ditangani secara bertahap. Sebagian malah sudah mulus teraspal.
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Sultra mengalokasikan dana sebesar Rp 47,3 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Butur. Total panjang jalan yang dibenahi mencapai 15 kilometer. Rinciannya, ruas Simpang Tiga Bubu–Ronta sepanjang 11 kilometer dengan fokus peningkatan kualitas konstruksi dan kenyamanan pengendara serta ditargetkan selesai pada 12 Desember 2025. Sementara itu, jalur Ronta–Lambale sepanjang 3 kilometer diproyeksikan tuntas pada 6 November 2025 sebagai salah satu akses penting yang menghubungkan desa-desa di kawasan tengah Butur. Adapun ruas Lambale–Ereke sepanjang 1 kilometer telah mulai dikerjakan sejak 28 Mei dan direncanakan rampung pada September 2025, meski pendek namun menjadi akses vital menuju Ibu Kota Kabupaten, Ereke.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa perbaikan jalan provinsi di Buton Utara masuk dalam roadmap pembangunan selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang buruk selama ini sering menjadi penghambat aktivitas warga, sehingga perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama.
“Selama kepemimpinan saya lima tahun, kita membuat roadmap yang jelas. Buton Utara (Butur) masuk sebagai salah satu prioritas,” ujarnya.
Mantan Pangdam Hasanuddin itu juga menambahkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada Butur, melainkan merata untuk seluruh kabupaten dan kota di Bumi Anoa. Ia menargetkan semua jalan yang berada di bawah kewenangan provinsi dapat ditangani dengan baik sebelum masa jabatannya berakhir. Dengan adanya pembangunan dan perbaikan jalan tersebut, ia berharap masyarakat dapat segera merasakan manfaat berupa kelancaran mobilitas, efisiensi waktu tempuh dan peningkatan arus perdagangan antarwilayah.
“Pemerintah optimis, peningkatan kualitas infrastruktur jalan, akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sultra, Pahri Yamsul, menjelaskan bahwa Kabupaten Buton Utara memiliki total lima ruas jalan provinsi dengan panjang keseluruhan 110 kilometer. “Dari jumlah tersebut, sekitar 60 kilometer masih dalam kondisi tidak mantap dan membutuhkan penanganan bertahap,” ujarnya.
Ia menilai bahwa alokasi anggaran tahun 2025 merupakan bukti komitmen pemerintah provinsi dalam memperbaiki konektivitas di wilayah Butur, mengingat jalur-jalur tersebut menjadi urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga pelayanan publik.








































