Sultra Jadi Pusat Perhatian Nasional, 9 Kawasan Industri Strategis Siap Pacu Ekonomi Era Prabowo

KENDARINEWS.COM – Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menjadi sorotan utama dalam peta ekonomi nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Sultra mendapatkan kehormatan dengan ditetapkannya 9 kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025, yang menandai babak baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Penetapan ini menjadikan Sultra sebagai wilayah dengan jumlah PSN kawasan industri terbanyak di kawasan timur, mengungguli provinsi lainnya. Langkah ini bukan hanya sekadar penunjukan, tetapi sebuah strategi besar untuk menggeser pusat pertumbuhan ekonomi dari Pulau Jawa ke wilayah-wilayah potensial seperti Sultra. (Untuk daftar lengkap nama dan lokasi proyek, lihat grafis terlampir).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kawasan-kawasan industri ini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang terintegrasi. Integrasi ini mencakup infrastruktur pelabuhan modern, pasokan energi yang stabil, sistem transportasi yang efisien, dan jaringan logistik nasional yang terkoordinasi. Dengan demikian, Sultra tidak hanya menjadi lokasi industri, tetapi juga pusat konektivitas yang vital.

Kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri, memastikan investasi merata di seluruh wilayah Indonesia, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk lokal, sementara pemerataan investasi akan mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, menyambut baik inisiatif pemerintah ini. Menurutnya, status PSN akan memberikan berbagai kemudahan, termasuk koordinasi lintas kementerian yang lebih efisien, percepatan proses perizinan, dan prioritas dalam penyediaan infrastruktur dasar yang diperlukan.

“Dengan status PSN, kawasan industri di Sultra akan mendapatkan dukungan yang signifikan. Ini akan memperkuat daya saing industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Sultra memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri baru,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

Ma’ruf menambahkan bahwa langkah strategis ini adalah bagian dari rencana jangka menengah pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Sultra, dengan 9 kawasan industri strategisnya, akan menjadi salah satu tulang punggung utama dalam transformasi industri di kawasan timur.

“Perhatian lebih yang diberikan kepada wilayah di luar Jawa ini sangat menggembirakan. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan merata,” pungkasnya. (rmi/jpc/ing)

Tinggalkan Balasan