KENDARINEWS.COM– Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) 2025 di Kendari tak hanya menjadi ajang syiar agama, tetapi juga mesin penggerak ekonomi lokal. Perputaran uang selama gelaran STQH diperkirakan menembus angka fantastis, mencapai Rp 400 miliar lebih, memberikan angin segar bagi sektor UMKM.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, omzet perdagangan di area pameran utama STQH mencapai lebih dari Rp 8 miliar. Namun, dampak ekonomi yang lebih luas terasa di seluruh Kota Kendari.
Kepala Disperindag Sultra, Rony Yakub Laute, menjelaskan bahwa estimasi ini didasarkan pada pendapatan harian rata-rata UMKM yang berpartisipasi di arena STQH. “Kita prediksi satu UMKM meraih omzet sekitar Rp 3 juta per hari. Jika dikalikan sembilan hari dan 300 UMKM, hasilnya sekitar Rp 8 miliar. Itu baru yang tercatat di area STQH saja,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Angka tersebut belum termasuk perputaran uang dari sekitar 16.600 pelaku UMKM di Kendari yang turut merasakan dampak positif STQH. “Jika seluruhnya dihitung, potensi peredaran uang bisa menembus lebih dari Rp 400 miliar,” jelas Rony.
Menurutnya, STQH memiliki efek ganda yang signifikan, menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan industri oleh-oleh. “UMKM kita mulai bergairah, hotel-hotel penuh, penjualan oleh-oleh meningkat,” tambahnya.
Sekitar 300 UMKM dari ribuan pelaku UMKM di Sultra berpartisipasi langsung dalam pameran STQH di Kompleks Eks MTQ Kendari. Produk unggulan daerah seperti tenun dan anyaman nentu dari Lohia, Kabupaten Muna, menjadi primadona pengunjung. Produk-produk ini merupakan bagian dari program One Village One Product (OVOP) binaan provinsi.










































