Mobil yang Lewat di Konut Bayar Rp 300 Ribu

“Saya harus bayar rakit (pincara) dengan biaya cukup mahal. Padahal saya hanya ingin melanjutkan perjalanan,” keluh Aldi.

Biaya jasa rakit darurat yang disediakan oleh warga setempat, untuk membantu pengendara melintasi jalan yang terendam, bisa mencapai ratusan ribu rupiah sekali melintas. Hal ini tentu menambah beban bagi Aldi dan pengendara lainnya, yang terpaksa bergantung pada layanan tersebut.

Banjir yang melanda Desa Samandete ini, juga mengganggu mobilitas warga setempat dan pengguna jalan lainnya. Tak hanya para sopir seperti Aldi, tetapi warga hendak beraktivitas juga harus menghadapi kesulitan yang sama.

“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir di sini. Supaya kami bisa beraktivitas tanpa terkendala seperti ini,” harapnya.

Pemkab Dirikan Posko Siaga Bencana

Bupati Konawe Utara, Ikbar, bersama Wakil Bupati Abuhaera dan jajaran pemerintah daerah, telah meninjau lokasi banjir, serta mendirikan posko siaga bencana di Desa Samandete.

Posko ini bertujuan, memberikan bantuan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak serta pengguna jalan yang melintas.

“Airnya belum surut dan masih menggenangi badan jalan di Desa Samandete,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, Ns. Muh. Aidin, Senin (24/3/2025).

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) telah menyiagakan personel di lokasi banjir. Termasuk menyediakan perahu karet dan berbagai kebutuhan lain bagi warga yang ingin melintas. Baik dari arah Morowali, Sulawesi Tengah, maupun sebaliknya.

Tinggalkan Balasan