KENDARINEWS.COM—Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat para pahlawan.
Dengan tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu,” peringatan tahun ini menjadi refleksi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk pengabdian dan karya nyata.

Menurut Andap, predikat pahlawan bukan sekadar gelar yang disematkan bagi mereka yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga mencerminkan sifat dan sikap yang patut dijadikan teladan. “Para Pahlawan memberikan inspirasi bagi kita untuk bekerja, berkarya, dan mengabdi agar bisa dikenang di masa mendatang,” ungkapnya.
Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang pertempuran heroik yang terjadi pada 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran antara tentara Indonesia dan pasukan Inggris itu mengakibatkan banyak korban jiwa dari pihak bangsa Indonesia, tetapi juga meninggalkan jejak abadi sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Dalam peristiwa bersejarah itu, para pejuang bangsa menunjukkan keteguhan hati mereka dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
Andap menekankan bahwa semangat kepahlawanan tak hanya ada di masa lalu. Di era modern ini, setiap warga negara bisa menjadi pahlawan dengan menunjukkan komitmen untuk membangun bangsa. “Dengan itikad yang kokoh, kita bekerja, berkarya, dan mengabdi untuk kemajuan bangsa dan negara. Itulah bentuk kepahlawanan modern,” ujarnya.

Menurutnya, sikap dan perilaku yang berbudi luhur, jujur, berani, serta rela berkorban adalah karakter utama yang harus dimiliki untuk menjadi pahlawan bangsa.
Tema tahun ini, “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu,” menegaskan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan serta mencintai tanah air dengan sepenuh hati. “Teladani Pahlawanmu mengandung pesan agar setiap tindakan, pemikiran, dan perbuatan didasari oleh semangat kepahlawanan. Sementara itu, Cintai Negerimu mengingatkan bahwa setiap kontribusi harus berdampak positif bagi kemajuan Indonesia,”jelasnya.
Andap mengingatkan beberapa sifat pahlawan yang patut diteladani oleh masyarakat, di antaranya semangat nasionalisme, cinta tanah air, keberanian, serta keadilan dan tanggung jawab. Sikap-sikap ini, menurutnya, akan menjadi dasar bagi setiap individu untuk menciptakan perubahan positif di sekitarnya.
Lebih lanjut, Andap mengimbau agar masyarakat menunjukkan rasa hormat kepada pahlawan dengan cara sederhana namun bermakna, seperti memupuk cinta tanah air, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, menghargai produk dalam negeri, serta memahami sejarah perjuangan bangsa. “Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada mereka yang telah berjuang untuk Indonesia,” ucapnya.
Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan seluruh Indonesia untuk menghidupkan kembali semangat kepahlawanan. Melalui dedikasi, pengabdian, dan cinta yang tulus kepada tanah air, generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam wujud yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Selamat memperingati Hari Pahlawan 10 November 2024. Mari menjadi pahlawan bagi bangsa dan negara,”pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Sultra, Asrun Lio saat mewakili Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto menjadi Inspekur Upacara (Irup) dalam upacara Hari Pahlawan di kantor Gubernur Sultra
menyampaikan amanat Pj. Gubernur yang mengingatkan pentingnya menghargai jasa para pahlawan.
“Bapak Pj. Gubernur Sultra berharap kepada seluruh masyarakat untuk bekerja tanpa pamrih adalah sala satu nilai utama dari perjuangan para pahlawan kita,”ucapnya.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan pesan founding father Ir. Soekrno, tentang “Jas Merah” yang artinya, jangan sekali-sekali melupakan sejarah dengan merenungkan kembali jasa para pahlawan. “Untuk itu, sebagai penghormatan terhadap meraka, menjadikan kewajiban kita untuk merawat dan mejaga tempat peristrahatan terakhir para pahlawan, seperti Taman Makam Pahlawan (TMP) di Sulawesi Tenggara,”pungkasnya. (rah/kn)









































