Rumah Kreatif “Konsel Mandara” Cetak 32 Perempuan Terampil

KENDARINEWS.COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) secara resmi menutup kegiatan Rumah Kreatif “Konsel Mandara”. Sebuah program yang bertujuan memberdayakan dan meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga (IRT) di daerah tersebut.

Program yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari ini, selama nyaris sebulan telah menjadi wadah bagi para IRT untuk mengembangkan kreativitas dalam mendukung ekonomi keluarga serta berkontribusi pada pertumbuhan daerah.

Sebagai inisiator Rumah Kreatif Mandara, Kepala DPPPA Konsel, Hj St Hafsa menyampaikan harapannya agar keterampilan yang sudah dipelajari selama program berlangsung dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta.

“Meskipun program telah ditutup, kami berharap ibu-ibu di Konawe Selatan tetap bisa mengembangkan kreativitas dan kemandirian mereka dalam membangun usaha,” jelas Hafsa.

Program yang berfokus pada pelatihan pembuatan roti dan kue serta merias wajah ini telah melatih sekitar 32 perempuan yang sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga di Konsel, dan diharapkan mereka dapat terus memanfaatkan keterampilan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga berkomitmen untuk menyalurkan sejumlah bantuan pada tahun mendatang, dengan tujuan mendorong pengembangan ekonomi kreatif di daerah tersebut. Bantuan yang direncanakan meliputi modal usaha serta sarana dan prasarana pendukung untuk usaha para peserta.

“Bantuan ini akan diberikan secara selektif kepada mereka yang sudah aktif menjalankan usaha kreatif. Kami ingin memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Hafsa.

Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BVPV) Kendari yang diwakilkan Sub Koordinator Bidang Penyelenggaraan BPVP Kendari, La Ode Muhammad Safruddin, menekankan pentingnya penerapan ilmu yang telah diperoleh oleh para peserta pelatihan.

“Mewakili pimpinan, berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal, bahkan hingga memungkinkan peserta untuk berwirausaha secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan