Update Peringatan Dini BMKG, Nih Info Cuaca dan Gelombang Tinggi : 07 – 13 Juni 2024

KENDARINEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada tanggal 07 hingga 13 Juni 2024 di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara (sultra) sebagai berikut:

Tanggal 07 – 08 Juni:

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai guntur dan angin kencang: Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Buton Tengah, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, dan Konawe Utara.

Tanggal 11 – 12 Juni:

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai guntur dan angin kencang: Muna, Buton Utara, Buton, Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, dan Kolaka.

Tanggal 13 Juni:

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai guntur dan angin kencang: Konawe Utara.

INFO GELOMBANG TINGGI

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di beberapa perairan:

Tanggal 07 – 08 Juni:

Potensi gelombang dengan ketinggian >= 1,25 meter (sedang) di wilayah:
Laut Banda timur Sultra
Perairan Wakatobi
Perairan Manui Kendari bagian timur
Perairan Baubau

Tanggal 09 – 10 Juni:

Potensi gelombang dengan ketinggian >= 1,25 meter (sedang) di wilayah:
Laut Banda timur Sultra
Perairan Manui Kendari
Perairan Baubau bagian Utara
Perairan Utara Wakatobi
Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur
Perairan Banggai bagian Selatan
Perairan Teluk Tolo

Tanggal 11 – 13 Juni:

Potensi gelombang dengan ketinggian >= 1,25 meter (sedang) di wilayah:
Laut Banda Timur Sultra bagian Selatan dan bagian Barat
Perairan Wakatobi bagian Utara
Perairan Wakatobi bagian Timur
Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini dari BMKG. Para nelayan dan pelaku kegiatan di laut diharapkan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Selain itu, warga di daerah rawan banjir dan longsor diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi hujan lebat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi. (rls/kn)

Tinggalkan Balasan