Kasus Pembunuhan Vina : Kejanggalan Penangkapan Pegi, Pengacara Minta Gelar Perkara Khusus

KENDARINEWS.COM – Tim kuasa hukum Pegi Setiawan, tersangka kasus pembunuhan Vina dan Muhammad Rizky (Eky) di Cirebon, mengajukan permohonan kepada Polri untuk dilakukan gelar perkara khusus. Toni, salah satu anggota tim kuasa hukum, mengungkapkan bahwa pihaknya keberatan dengan penetapan tersangka oleh Polda Jawa Barat terhadap kliennya, Pegi Setiawan, karena terdapat sejumlah kejanggalan.

“Tindakan ini kami lakukan karena kami sebagai kuasa hukum Pegi Setiawan tidak setuju dengan penetapan tersangka. Pegi Setiawan bukanlah Pegi alias Perong,” ujar Toni saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam (5/6).

Toni menjelaskan bahwa berdasarkan putusan pengadilan, terdapat delapan terdakwa yang telah menjalani hukuman pidana, dan ada tiga buronan, yaitu Andi, Deni, dan Pegi alias Perong. Namun, ia menilai ada banyak kejanggalan dalam penangkapan kliennya sebagai tersangka pembunuhan Vina.

“Polda Jabar melakukan kesalahan dalam penangkapan. Pegi yang disebutkan dalam ciri-cirinya berambut keriting dan tinggal di Banjar, sedangkan Pegi Setiawan tidak berambut keriting dan tidak tinggal di Banjar,” jelas Toni.

Karena alasan tersebut, Toni mengajukan permohonan gelar perkara khusus di Mabes Polri, menganggap Polda Jabar tidak transparan dalam penanganan kasus ini. Ia juga mengeluhkan sulitnya bertemu dengan kliennya selama masa penahanan.

“Kami berharap Mabes Polri dapat bersikap profesional dan transparan dalam menyetujui permohonan gelar perkara khusus untuk menguji penetapan tersangka Pegi Setiawan, Kami setuju bahwa pembunuh Vina harus ditangkap, namun jangan sampai terjadi salah tangkap.” tambahnya.

Tinggalkan Balasan