Bulan April 2024, Dit Resnarkoba Polda Sultra Amankan 2,6 Kg Shabu dan 2,8 Kg Ganja

KENDARINEWS. — Kerja Kepolisian Daerah Sultra khususnya tim Dit Resnarkoba patut diacungi jempol. Pasalnya dalam satu bulan yakni pada April 2024 berhasil mengamankan 2,6 kg shabu serta 2,8 kg ganja, hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Aula Direktorat Narkoba Polda Sultra, Jumat 10 Mei 2024.

Selain itu Ditresnarkoba Polda Sultra juga menangkap tiga orang tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu serta temuan barang bukti ganja tak bertuan salah alamat.

“Ketiga tersangka berinisial AR, AA, dan ES, kita amankan di bulan April 2024 ini dengan tkp dan modus operandi yang berbeda-beda,” kata Dir Narkoba AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH., S.IK. MH.

Lebih lanjut AKBP Ardiyanto menjelaskan, tersangka AR bergerak dengan modus operandi dikendalikan dari dalam lapas oleh seseorang untuk mengambil shabu dengan sistem tempel, dari tangannya petugas mengamankan shabu seberat 1.010,2 gram. Serupa dengan tersangka AR, AA juga mengedarkan shabu dengan sistem tempel dengan barang bukti yang berhasil diamankan yakni 57 gram shabu.

“Yang terakhir, tersangka ES ini merupakan gudang sekaligus kurir, dia diberikan upah 5 juta rupiah sekali transaksi. Dari tangan ES kita amankan BB 1.566 gram,” paparnya.

Adapun kronologis penemuan barang haram itu, Ardiyanto menjelaskan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis ganja lintas Sumatera menuju ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara melalui jasa pengiriman J&T pada hari Sabtu tanggal 6 April 2024. Ganja tersebut ditujukan pada seorang penerima beralamat di wilayah Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Paket ganja tiba di Kota Kendari pada minggu 7 April 2024, lalu pada Senin tanggal 8 April, petugas mengawal mobil kurir J&T sampai ke kantor cabang Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Kemudian Selasa tanggal 9 April petugas melakukan pemantauan terhadap orang yang akan mengambil paket tersebut.

Setelah dilakukan koordinasi ternyata paket tersebut salah alamat dengan tujuan Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Saat itu nomor penerima tidak aktif dan barang bukti ganja yang diamankan berjumlah 2.890 gram.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU RI no 35 Tahun 2009, tentang Narkotika serta Pasal 132 ayat (1) uu ri no. 35 tahun 2009 tentang narkotika pelakunya dipidana dengan pidana penjara yang sama sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal yang disangkakan.

Konferensi pers pengungkapan tindak pidana Narkotika selain dihadiri Dir Narkoba AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH., S.IK. MH adapula Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K serta awak media. (Kn)

Tinggalkan Balasan