BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau Sultra pada Juni 2024, Ini Imbauan Pj Gubernur Andap

KENDARINEWS.COM–Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal Musim Kemarau Sultra akan terjadi pada bulan Juni dan akhir kemarau di perkirakan pada Agustus 2024. Sementara untuk puncak kemarau di prediksi akan terjadi pada Juli hingga September 2024.

Kepala Stasiun Klimatologi Sultra, Aris Yunatas mengatakan, saat ini kondisi El Nino diprediksi akan menjadi Netral mulai bulan Mei-Juni-Juli 2024 dengankondisi suhu muka laut perairan Indonesia diprediksi masih dalam kategori hangat dan angin timuran diprediksi mulai aktif.

“Awal Musim Kemarau 2024 di wilayah Sulawesi Tenggara diprakirakan paling awal teriadi pada bulan Juni 2024 dan paling akhir pada bulan Agustus 2024. Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1991 – 2020), awal musim kemarau 2024 Sultra umumnya  mundur dari normalnya,” kata Aris, dalam pers rilis prakiraan musim kemarau wilayah Sulawesi Tenggara tahun 2024 secara virtual, Jumat (22/03).

Dijelaskan, sifat hujan selama musim kemarau 2024 Sultra diprakirakan Bawah Normal (BN)-Atas Normal (AN). Untuk puncak musim kemarau 2024 Sultra diprakirakan berkisar pada bulan Juli-September 2024.

Lanjutnya, jdibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1991 – 2020), puncak musim kemarau 2024 Sultra umumnya  juga maju dari normalnya. Durasi musim kemarau 2024 Sultra diprakirakan antara 10- 12 Dasarian. Bahkan dibanding rata-ratanya selama 30 tahun pula,  durasi musim kemarau 2024 Sultra umumnya lebih pendek dari normalnya.

“Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan dapat terus memperhatikan informasi iklim dari BMKG. Mengingat hingga 3 bulan ke depan diprediksi curah hujan diwilayah Sultra masih dalam kategori rendah hingga tinggi,”ujarnya.

Sementara itu, Deputi bidang Klimatologi, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, dampak perubahan iklim semakin mengkhawatirkan dan mengancam Indonesia. Dari catatan BMKG tahun 2023, temperatur suhu alami peningkatan bahkan sampai memecahkan rekor baru.

“Hal ini harus disikapi bersama, karena dampak perubahan iklim semakin nyata, ditambah fenomena elnino, pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, yang menjadi salah satu penyebabnya,” ungkapnya.

“Kami juga berharap, informasi yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan langkah-langkah kesiapan menghadapi musim kemarau yang berpotensi lebih ekstrem di tahun 2024,” tambahnya.

Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto yang ikut menyaksikan secara virtual mengatakan bahwa pers rilis ini perlu diketahui bersama, baik jajaran Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga secara dini dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kemarau beserta dampaknya.

“Saya menghimbau dan perlu tegaskan seluruh jajaran Pemerintah Daerah, baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kab/Kota, untuk siapkan langkah konkret dalam memitigasi daerah yang rawan potensi bencana hidrometeorologi, khususnya bencana kekeringan di tahun 2024,” ujar Pj Gubernur.

“Saya juga berharap seluruh unsur pentahelix agar berupaya optimal dalam melakukan langkah mitigasi baik upaya pre-emtif ( pembinaan ), pencegahan terhadap potensi bencana dan upaya penanggulangan bencana yang terjadi melalui sinergisitas dan kolaborasi,” tambahnya.

Andap juga memberikan penekanan bahwa Negara harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan publik. “Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” tegasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Deputi bidang Klimatologi, Ardhasena Sopaheluwakan, Forkopimda Tk I Prov. Sultra, Kepala Stasiun Klimatologi Sultra, Aris Yunatas, Kepala Stasiun Meteorologi Sultra, Sugeng Widarko, Sekda Provinsi Sultra, Pimti Pratama Pemprov Sultra, Narasumber, Akademisi, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun, Prof Aminudin dan para Mitra BMKG. (Kn)

Tinggalkan Balasan