KENDARINEWS.COM–Permintaan terhadap sembilan kebutuhan pokok (Sembako) di Kota Kendari kerap mengalami peningkatan terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.

Atas dasar itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup menggagas Gerakan Pangan Murah (GPM) disetiap Kecamatan di Kota Lulo.
Muhammad Yusup mengatakan, gerakan pangan murah akan dilaksanakan diseluruh kecamatan yang ada di Kota Kendari. Tujuannya untuk mendekatkan kebutuhan sembako kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat terpenuhi kebutuhan pangannya dan mereka bisa memperolehnya dengan harga terjangkau,” ungkap Muhammad Yusup, kemarin.
Sebagai bentuk persiapan, ia telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk mempersiapkan titik pelaksanaan gerakan pangan murah. “Gerakan Pangan Murah ini bisa dilaksanakan dengan menggandeng stakeholder lainnya agar bisa menjangkau seluruh masyarakat,” kata Yusup.
Terpisah, Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan, gerakan pangan murah dilaksanakan untuk membantu kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan.
“Pada bulan Ramadan kebutuhan pangan masyarakat cenderung meningkat. Oleh karena itu pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat terutama mereka yang kurang mampu,” ungkap Abdul Rauf.
Dalam gerakan pangan murah, pihaknya nanti akan melibatkan sebanyak 13 distributor pangan di Kota Kendari termasuk bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
“Kita akan melakukan pangan murah disetiap Kecamatan selama bulan Ramadan. Waktunya bergiliran. Namun sebelumnya, kita juga akan melaksanakan gerakan pangan murah di Pasar Kreatif Dekranasda sebelum bulan Ramadan ini,” ungkap Rauf.
Mantan Kepala Dinsos Kendari ini menambahkan, dalam gerakan pangan murah pihaknya menyiapkan berbagai bahan pangan seperti beras yang dibanderol hanya Rp 53 ribu/kg, minyak goreng Rp 14 ribu/liter dan gula pasir Rp 14.500/kg.
Sekedar informasi, selain Dinas Ketapang, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditugaskan untuk menggelar Gerakan Pangan Murah yakni diantaranya adalah Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perumda Pasar.
Selain itu, Dinas Pertanian diperintahkan untuk menggelar Pasar Tani dalam Gerakan Pangan Murah. Pasar Tani merupakan salah satu sarana pemasaran hasil petani sayur di Kota Kendari.
Sementara itu, Dinas Perikanan diminta untuk menyetok ikan yang menjadi kebutuhan masyarakat hingga 50 ton di mesin pendinginnya, untuk menjaga stok ikan kebutuhan masyarakat karena cuaca sedang buruk yang membuat nelayan tidak melaut.
Terakhir, Dinas Sosial diminta untuk menyediakan berbagai bantuan pemerintah, diantaranya, program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan sejumlah program lainnya baik bersumber dari APBN maupun APBD. (ags/kn)










































