KENDARINEWS.COM–DPRD Kolaka menilai perusahaan tambang yang ada di wilayah itu belum berkontribusi maksimal dalam pembangunan daerah khususnya jalan.
Anggota DPRD Kolaka, Kaharuddin yang menyampaikan aspirasinya pasca reses di daerah pemilihan II yang meliputi tiga kecamatan yaitu Wundulako, Buala dan Pomalaa mengungkapkan, di Kecamatan Pomalaa masih banyak jalan yang rusak. Padahal, di wilayah itu ada banyak perusahaan tambang yang beroperasi dengan mengeruk sumber daya alam di daerah tersebut.
“Seharusnya jalan di Kecamatan Pomalaa itu tidak ada yang rusak. Karena disitu adalah ring 1 sejumlah perusahaan tambang. Olehnya itu, kami berharap agar perusahaan tambang itu mengintervensi jalan-jalan yang rusak melalui program CSR,” saran Kaharuddin.
Legislator Gerindra itu mendesak agar perusahaan tambang segera berkontribusi membenahi jalan di Kecamatan Pomalaa. Sebab, jika hanya mengandalkan APBD maka harapan warga Kecamatan Pomalaa untuk menikmati jalan yang mulus itu sulit direalisasikan karena terbatasnya anggaran di daerah.
“Tidak elok jika jalan di Pomalaa itu banyak yang belum bagus. Karena disitu banyak perusahaan tambang,” ujarnya.
Agar kondisi jalan di Kecamatan Pomalaa lebih maksimal, maka Kaharuddin juga meminta pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk jalan. “Kami minta juga pemerintah daerah supaya jalan yang diaspal di Kecamatan Pomalaa itu panjangnya bisa ditambah. Kalau tahun 2023 lalu hanya 8 kilo meter maka tahun ini harus lebih dari itu,” pinta Kaharuddin. (fad/kn)










































