Presiden Jokowi Serahkan 2,5 Juta Sertipikat Tanah Secara Virtual, 200 untuk Sulawesi Tenggara
KENDARINEWS.COM – Dalam sebuah acara yang diadakan secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyerahkan 2,5 juta sertipikat tanah untuk seluruh Indonesia. Senin (04/12/23). 200 di antaranya dikhususkan untuk Sulawesi Tenggara (sultra).
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, bersama Kakanwil BPN Asep Heri, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, 169 sertipikat merupakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 20 sertipikat redistribusi tanah, 1 sertipikat aset Pemda, 5 sertipikat tanah wakaf, dan 5 sertipikat rumah ibadah.

Presiden Jokowi, dalam sambutannya, mengungkapkan kegembiraannya atas progres penerbitan sertipikat tanah di Indonesia. Saat ini, sudah terbit 109 juta sertipikat, dan Presiden menargetkan angka 120 juta sertipikat tahun depan. Dia juga memberikan apresiasi atas launching sertipikat elektronik oleh Kementerian ATR/BPN.
Sementara itu, Pj Gubernur Sultra, Andap menekankan bahwa sertipikat adalah jaminan kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.
“Dengan adanya legalitas ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan” kata Andap.

Andap juga mengapresiasi Kakanwil beserta jajaran BPN Sultra yang berhasil menyelesaikan program strategis nasional.
“Sultra menjadi salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang telah tuntas 100%.
Dalam konteks ke depan, Pemprov mendukung langkah-langkah sertifikasi tanah di Sultra guna mendukung program reforma agraria. Sertipikat adalah hal fundamental sebagai legal standing kepemilikan tanah” tegas mantan Kapolda Sultra itu.
Turut hadir pada acara penyerahan sertifikat adalah Kakanwil BPN Sultra, para Bupati/Walikota, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Pertanahan, dan masyarakat penerima sertipikat. Pada tahun 2024, Kanwil BPN Sultra memiliki target sertifikasi tanah PTSL sebanyak 37.137 sertipikat dan redistribusi tanah sebanyak 14.500 sertipikat dalam Program Strategis Nasional (PSN). (rls/ryl)










































