Pembangunan Jembatan Gantung di Koltim “Telan” Nyawa 2 Orang

KENDARINEWS.COM – Sebuah kejadian tragis terjadi saat gotong royong pembangunan jembatan gantung di Desa Ameroro, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Minggu (3/12/23).

Sekitar pukul 11.20 WITA, tali sleng jembatan putus dari sisi kanan, menyebabkan 15 orang warga yang sedang mengerjakan proyek tersebut terjatuh ke sungai dengan ketinggian sekitar 15 meter.

Kapolres Kolaka Timur, Akbp. Yudhi Palmi DJ, membenarkan kejadian na’as ini. Dua korban tewas dalam kecelakaan ini, yakni Sahar (45 tahun) dan Ambo Ala (55 tahun), keduanya merupakan petani di Dusun Ameroro. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

“Dari 20 orang pekerja di lokasi, 15 orang berada di tengah jembatan yang tiba-tiba miring setelah tali slengnya putus. Sepuluh orang terjatuh ke sungai, sementara lima orang bergantung di sleng” jelas Yudhi Palmi.

Pihak berwenang saat ini sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk memahami penyebab pasti dari kejadian ini. (kus/ryl)

Berikut adalah daftar korban yang mengalami luka:

Arifuddin (38 tahun) – Mengalami luka pada siku kanan dan dada sebelah kanan akibat benturan.

Erwin (30 tahun) – Mengalami keseleo pada kaki kiri dan sakit di punggung.

Jumadi (41 tahun) – Mengalami keseleo pada kaki kiri dan sakit di punggung.

Panali (50 tahun) – Mengalami luka pada bahu kiri dan sakit kepala akibat benturan.

Ansar (41 tahun) – Patah kaki kiri bagian betis dan paha, serta luka di bagian wajah.

Agustan (45 tahun) – Keseleo pada kaki kanan dan belakang.

Hasan (55 tahun) – Mengalami luka pada kaki kiri, dirujuk langsung ke RSUD Kolaka.

Basri (45 tahun) – Mengalami luka dalam hingga mengeluarkan darah dari mulut, dirujuk langsung ke RS Kolaka.

Tinggalkan Balasan