Suami Wanita Asal Sultra yang Jasadnya Dicor di Blitar Ditangkap

KENDARINEWS.COM-Polisi Blitar Kota kerjasama Polresta Kendari bergerak cepat.Alhasil misteri ditemukannya jasad wanita dicor dalam kamar di Blitar Jawa Timur terkuak.

Polisi menetapkan Suprio Handono (SH), suami dari perempuan yang jasadnya dicor di Blitar itu sebagai tersangka pembunuhan.

Plt Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor Blitar Kota Iptu Samsul Anwar, mengatakan dari hasil penyelidikan,, serta gelar perkara menunjukkan bahwa SH terbukti membunuh istrinya sendiri, Fitriani (21).

“Setelah dilakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan serta dilakukan gelar perkara oleh Satreskrim Polres Blitar Kota, telah terpenuhi dua alat bukti, ditetapkan kepada SH (pemilik rumah sebelumnya) sebagai tersangka pembunuhan istrinya sendiri, Fitriani,” kata Iptu Samsul, Jumat (24/11).

SH, kata Iptu Samsul, telah ditahan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setyo Pambudi dalam keterangan resminya mengurai bahwa pelaku adalah suami korban sendiri bernama Supri Handono atau alias Rehan.

“Tersangka sudah diperiksa dan mengaku ada masalah keluarga. Mereka bertengkar pada tahun 2021 lalu terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya, Jumat (24/11).

Pembunuhan dilakukan Handono dengan memukul Fitriani menggunakan sebalok kayu pada bagian tengkuknya. Setelah Fitriani dipastikan tewas, pria yang membuka warung kopi di desa sebelah itu menggali lantai salah satu kamar di rumahnya. Lubang itu digali dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Lalu Handono melepaskan pakaian Fitriani, bahkan sempat membersihkan bekas darahnya. Setelah itu, jasad Fitriani dimasukkan ke dalam galian lubang tersebut dengan posisi meringkuk.

“Dilakukan sendiri, jadi ada jeda waktu untuk mempersiapkan (lubang galian). Kejadian siang kemudian sore dimasukkan ke lubang. Kemudian satu tahun setelahnya dicor,” kata Danang.

Selama hampir 2 tahun, Handono menempati rumah itu bersama dua buah hatinya dengan Fitriani. Hingga 2 bulan lalu, rumah itu akhirnya dijual Handono ke kakak kelimanya, Domirotun Qusna.

Handono beralasan menjual rumah itu karena berencana ingin meninggalkan Desa Bacem. Domirotun akhirnya berniat merenovasi rumah tersebut. Namun salah satu tukang ada yang curiga dengan gundukan cor di dalam salah satu kamar.

Kecurigaan itu dibuktikan dengan membongkar gundukan tersebut pada Selasa (21/11). Betapa kagetnya yang ada di rumah itu karena setelah digali, ditemukan kerangka manusia yang akhirnya diketahui sebagai kerangka Fitriani. Setelah dilakukan penyelidikan, Handono akhirnya jadi tersangka pembunuhan Fitriani.

Mendengar itu, Sutrisno kakak Fitriani di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konsel mengaku shock mengetahui pembunuh adiknya adalah suaminya. Namun begitu mereka pasrah dan menyerahkan semua proses hukum kepada pihak dan berharap pelaku dapat dihukum seberat beratnya

Handono akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Adapun ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara. Sementara barang bukti yang diamankan termasuk satu buah selimut, kain, anting-anting dan foto kerangka manusia.(kn)

Tinggalkan Balasan