KENDARINEWS.COM–Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) konsen terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Itu diwujudkan melalui kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi ternama. Bukan hanya skala lokal, tetapi menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri.
Teranyar, Unsultra menjalin kemitraan dengan Konya Ticaret Odasi (KTO) Karatay Unversity. Perguruan Tinggi di Turki itu sepakat menjalin kemitraan dengan Unsultra terkait peningkatan kualitas SDM mahasiswa.
Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun menjelaskan, kerjasama yang dibangun bersama KTO Karatay Universty sangat penting dalam rangka peningkatan SDM kampus. Pasalnya isi kerja sama itu memuat kesepakatan bersama terkait impelentasi kegiatan seperti seminar, pertukaran dosen/mahasiswa, joint riset, kerjasama publikasi dan laun sebagainya.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari kerjasama yang sudah terbangun, pihaknya belum lama ini menggelar Internasional Collaborative Seminar bertajuk Financial Stability and its Implication for Islamic Financial in The Digital Era, secara online yang melibatkan KTO Karatay.
“Seminar internasional ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen terutama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsultra secara online. Selain itu, ada juga mahasiswa Turkey dan beberapa mahasiswa dari Asia yang mengikuti seminar, ” ungkap Prof Bahrun.
Ketua Dewan Riset Sultra ini yakin, melalui seminar internasional ini akan mampu memperbaiki atmosfir akademik serta meningkatkan gelora kegiatan akademik skala internasional.
“Yang terpenting juga bisa memperbaiki kualitas pengelolaan pendidikan secara umum di Unsultra khususnya Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dalam peningkatan Indeks Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT),” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas mahasiswa, Unsultra juga berupaya keras meningkatkan kompetensi dari tenaga pendidik (dosen) dilingkupnya. Unsultra tak sendiri, kampus menggandeng Cakap Platform Upskilling Indonesia untuk mensukseskan misi tersebut.
Unsulra bersama Cakap Platform Upskilling Indonesia belum lama ini menggelar pengembangan pembelajaran berbasis digital dalam rangka implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM).
Prof Andi Bahrun menjelaskan, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan skill dosen sebelum menghadapi mahasiswa.
“Tidak ada lagi kata mundur untuk pembelajaran digital. Dalam menunjang pembelajaran digital tentunya sarana dan prasarana harus diperbaiki, sistem pembelajaran, desain kurikulum dan termashk SDM (Dosen)-nya,” ungkapnya.
Prof Andi Bahrun yakin, jika kualitas SDM mumpuni maka akan tercipta lulusan Unsultra yang berkompeten yang bisa beradaptasi di era disrupsi seperti saat ini. Intinya adalah menciptakan mahasiswa atau alumni yang berkompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tuturnya.
–Jalankan Program PK-KM 2023–
Unsultra menjalankan program PK-KM Tahun Akademik 2023. Itu ditandai lewat pelepasan mahasiswa program Experiential Learning menuju Bali belum lama ini.
Prof Andi Bahrun menjelaskan tujuan program tersebut adalah untuk menjaring pengalaman, dan peningkatan kualitas mahasiswa sehingga nanti menjadi lulusan yang profesional.
“Salah satu program PK-KM yang diterima pendanaan dari Kemendikbudristek tahun ini yakni Unsultra adalah magang. Untuk magangnya dibagi dua kelompok yakni di Makassar dan Bali,” ungkapnya.
Lanjut dia, pelaksanaan magang mengadopsi perkembangan dalam sektor pendidikan, khususnya implementasi kurikulum merdeka program lampus merdeka.
Prof Andi Bahrun berharap, mahasiswa melaksanakan program magang ini sengan baik. Pasalnya, mahasiswa membawa nama universitas dan daerah saat dilokasi pengabdian.
“Kami sudah memberikan motivasi supaya mereka betul-betul melaksanakan program magang ini dengan baik, oleh karena itu saya meminta mereka untuk menunjukan kreatif dan inovasinya sebagai mahasiswa Unsultra,” pungkasnya. (win/ags)










































