Libatkan Warga Jaga Ekosistem Laut, Antam Diapresiasi

KENDARINEWS.COM–PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar wilayah operasional. Terbaru, perusahaan milik negara tersebut menggelar pembuatan coral nursery dan transplantasi terumbu karang di desa Hakatutobu, kecamatan Pomalaa.

Mining Operation Support Senior Manager PT Antam Tbk UBPN Kolaka, Andik Yudiarto yang ditemui Kamis (13/7), mengungkapkan, kegiatan pemeliharaan sumber daya hayati perairan laut di Desa Hakatutobu dilaksanakan akhir pekan lalu. Kata dia, dalam kegiatan tersebut pihaknya melibatkan masyarakat setempat. 

“Kami berharap, agar pembuatan coral nursery dan transplantasi terumbu karang ini bermanfaat bagi keberlanjutan sumber kehidupan masyarakat, serta dapat menunjang upaya pemulihan ekosistem laut desa Hakatutobu dengan cepat,” ujarnya.

Mine Environment Management Assistant Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka Charles Andrianto menambahkan, kegiatan transplantasi terumbu karang di desa Hakatutobu telah dilakukan ANTAM bersama Komunitas Pecinta Alam Laut (KAPAL) Kolaka sejak tahun 2016 lalu. Saat itu mereka masih menggunakan metode meja dan coral bits sebagai media pembibitan karang, hingga tahun 2018.

“Pada tahun 2021 kami mulai menggunakan metode baru yakni rangka struktur spider, mirip jaring laba-laba. Di sini kita dapat pengetahuan baru, bahwa dengan metode ini peluang hidup terumbu karang jauh lebih baik. Ada beberapa spesies memang pada saat kita uji coba, itu berhasil tumbuh seperti, Acropora, Porites dan ada dua spesies lagi yang bisa tumbuh survive di perairan laut. Pada kegiatan tersebut kami juga melepas empat coral nursery yang harapannya akan menjadi sumber bibit karang baru di pesisir desa Hakatutobu,” kata Charles.

Sementara itu, Kepala Desa Hakatutobu, Ruslan mengapresiasi upaya Antam yang selalu aktif terlibat dalam pelestarian ekosistem pesisir laut di desa Hakatutobu. Menurutnya, keberpihakan Antam terhadap pelestarian lingkungan, utamanya di kecamatan Pomalaa sudah maksimal. Hal ini dibuktikan dengan adanya dukungan terus menerus oleh perusahaan tersebut terhadap aktifitas pelestarian lingkungan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hakatutobu.

“Kami berharap semua pihak mulai bertanggungjawab atas pelestarian terumbu karang, karena itu tempat hidup ikan-ikan kecil. Ini tantangan bagi kita semua untuk bekerjasama menjaga kelestarian ekosistem laut,” ujar Ruslan.

Dia juga mengingatkan agar semua pihak bekerjasama menekan laju peningkatan penggunaan sampah plastik yang secara langsung turut mengancam upaya masyarkat menjaga kelestarian pesisir laut.

“Sampah-sampah ini memang tidak diperkirakan, mereka datang tanpa diundang. Apabila sampah ini sudah masuk ke pesisir-berkumpul, akan menjadi sumber penyakit bagi manusia serta ekosistem yang ada di laut kami ini,” ujarnya.

Ruslan juga berharap agar semua pihak mestinya mulai memikirkan kondisi sumber daya pesisir laut yang dari tahun ke tahun terus mengalami degragadasi akibat tekanan pembangunan dam kebutuhan industri. “Kepedulian masyarakat terhadap pelestarian ekosisitem pesisir dan laut merupakan modal besar dalam menunjang jaminan sumber kehidupan manusia di masa yang akan datang,” imbuhnya. (fad)

Tinggalkan Balasan