Antam Sambut Kunjungan 50 Mahasiswa UHO

KENDARINEWS.COM—PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka selalu menyambut baik pelajar yang ingin menggali ilmu di perusahaan tersebut. Baru-baru ini, perusahaan pelat merah tersebut menerima 50 mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang datang untuk melakukan studi banding.

Publik Relation Asisten Manager PT Antam Tbk UBPN Kolaka Tadius Raba’ yang menerima para rombongan mahasiswa UHO tersebut berharap agar para mahasiswa itu nantinya mendapatkan manfaat positif melalui praktik di lapangan. Dalam kesempatan itu, Tadius menjelaskan secara singkat sejarah terbentuknya Antam di Pomalaa.

“Saat itu perusahaan tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini awal mulanya didirikan oleh Perusahaan Toraja (Perto). Kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah menjadi PT Aneka Tambang atau Antam,” bebernya.

Selain itu, Tadius juga menjelaskan bahwa dalam melakukan penambang Antam menerapkan good mining practice, yaitu sistem pertambangan yang mengikuti dan mentaati aturan serta terencana dengan baik. “Pengolahan biji nikel atau ore Antam itu melalui proses yang panjang. Dimana material nikel yang masih bercampur dengan tanah dipisahkan dalam pabrik, kemudian diolah menjadi produk feronikel. 

Jadi yang kami jual di luar negeri maupun dalam negeri adalah feronikel,” jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Tadius juga mengingatkan bahwa setiap orang yang berkunjung di dalam lingkungan IUP Antam diwajibkan menaati peraturan. “Jadi semua pengunjung wajib mengikuti peraturan sesuai standar operasi prosedur yang telah ditetapkan,” pesannya, mengingatkan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO, Prof. Arifuddin menjelaskan, kunjungan ke Antam merupakan tuntutan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mewajibkan mahasiswa untuk menimba ilmu dilapangan. “Jadi mahasiswa tidak hanya dibelenggu dengan teori kuliah, tapi juga harus ada penyeimbang dimana penyeimbangnya itu kita membawa mahasiswa turun lapangan. Alhamdulillah salah satu program kita adalah kunjungan ke industri dan kita sudah berada disini (Antam),” tuturnya.

Prof. Arifuddin mengatakan, selain sebagai bentuk sinergi kampus dengan dunia usaha, utamanya Antam yang selama ini telah menjalin hubungan baik dengan institusi UHO, kunjungan tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh universitas.  “Dengan adanya kebijakan manteri berupa program Kampus Merdeka, maka mahasiswa tidak hanya di belenggu dengan teori dan mahasiswa juga bisa magang dan itu diakui 20 SKS (Sistem Kredit Semester) selama 3 bulan. Dengan mengikuti program magang ini, mahasiswa bisa menghilangkan 6-7 mata kuliah,” jelasnya. 

Menurutnya, para mahasiswa yang mengambil program ini adalah mahasiswa yang beruntung. “Dari 5.000 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang memprogramkan mata kuliah ini, hanya 50 orang saja yang bisa terakomodir. 

Untuk diketahui, Para rombongan mahasiswa UHO yang berkunjung ke Antam tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terdiri dari jurusan Akuntansi, Manajemen dan IESP. Selain dekan, dalam rombongan tersebut juga terdapat wakil dekan dan 14 orang dosen pembimbing. Dalam kunjungannya, para mahasiswa dibawa berkeliling untuk melihat proses penambangan di Antam. (fad/kn)

Tinggalkan Balasan