Gubernur Sultra Terima penghargaan Satyalancana Wirakarya

KENDARINEWS.COM—Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi menerima penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Joko Widodo pada acara Pembukaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVI/2023 di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/6).

Penghargaan itu diberikan kepada Ali Mazi karena   dianggap mampu membawa Provinsi Sultra meraih capaian target pembangunan sektor pertanian dan perkebunan. Selain Ali Mazi terdapat 11 Gubernur lainnya dan 26 Bupati/Walikota se-Indonesia yang menerima Satyalancana Wirakarya.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada acara Penas KTNA  yang dibuka secara virtual oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto.

Gubernur Sultra,Ali Mazi mengatakan bahwa  penghargaan yang diterima itu lebih tepat diberikan kepada masyarakat Sultra khususnya petani dan stakeholder bidang pertanian. Tentu prestasi membanggakan ini harus menjadi motivasi agar sektor pertanian Sultra bisa lebih baik lagi dan target swasembada pangan bisa terealisasi.

“Melalui prestasi penghargaan ini kita bisa membangkitkan semangat para petani dan jajaran pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara agar dapat terus meningkatkan produksi pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan,”kata Politisi NasDem itu.

Ali Mazi menjelaskan, Satyalancana Wirakarya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warganya yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Dimana dalam sektor Pertanian, Orang nomor satu di Bumi Anoa itu telah membangun jalan usaha tani yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sultra. Serta berhasil mempertahankan surplus beras dalam kurung waktu 2019-2022. Termaksud dalam masa pandemi Covid-19, berhasil menginisiasi dan mengembangkan tanaman sorgum dan porang di 17 kabupaten/kota sejak tahun 2020-2023 sebagai pangan alternatif. 

“Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga secar aktif menyediakan sarana berupa alat mesin pertanian pra dan pasca panen. Bahlan di sektor perkebunan kita  telah banyak melakukan eksport hasil perkebunan, seperti mete, minyak sawit dan cacao,”jelasnya.

Lanjutnya, saat ini Sultra jug berhasil meningkatkan populasi sapi potong dalam 2 tahun terakhir sebanyak 7,4 persen dan rata-rata 6,8 persen. Bahkan dalam kurung waktu lima tahun yaitu dari 2018-2022 realisasi pengeluaran ternak sapi potong keluar daerah sebanyak 10.649 ekor. 

“Tentu meski saat ini potensi pertanian dan perkebunan kita mendapat apresiasi namun ini jangan membuat kita berbangga. Tetapi jadikan ini batu loncatan untuk memperlihatkan progres yang lebih baik lagi kedepan,”harapnya.(kn)

Tinggalkan Balasan