Nahkodai KSBN Sultra, Ruksamin Komitmen Memajukan Kebudayaan Sultra

KENDARINEWS.COM–Kebudayan Sulawesi Tenggara membutuhkan eksplorasi yang lebih mendalam. Muaranya tidak hanya menggali identitas budaya lokal untuk kepastian Identitas daerah yang heterogen etnis dan beragam seni, namun juga bertujuan pengembangan berbasis nilai ekonomi untuk mengundang wisatawan regional maupun mancanegara. Pernyataan tersebut disampaikan, Ketua DPW KSBN Sultra Ruksamin usai dikukuhkan, Selasa (16/5). 

Ruksamin mengatakan, Sultra dihuni berbagai macam etnis budaya maupun seni. Selama ini lebih besar pada eksplorasi kekayaan Sumber Daya Alam. Padahal, SDA semakin digalih, maka akan semakin habis. Berbeda dengan kebudayaan, semakin didalami atau digalih, maka semakin tidak ada habisnya. 

“Budaya juga merupakan sumber energi peradaban dunia. Yang memberikan identitas dan karakter yang menjadi pembeda dengan masyarakat lainnya tetapi juga sekaligus menjadi kekuatan dan keunggulan dalam bergaul dan berinteraksi,” kata Ruksamin.  

Politisi PBB Sultra ini menuturkan dengan hadirnya KSBN di bumi anoa menjadi saksi sejarah untuk memfasilitasi, mengkoordinasikan serta mengembangkan berbagai komunitas kesenian dan kebudayaan di seluruh Nusantara.

 “Di Sultra sendiri kurang lebih 49 paguyuban ketika dikembangkan dan dilestarikan maka akan menjadi kekayaan daerah kita” ujarnya. 

Ruksamin meminta kepada seluruh masyarakat Sultra untuk bergotong-royong dalam melestarikan budaya. Ia memaparkan sedikitnya ada beberapa cara untuk menjadikan budaya lokal konsisten terawat dan ditumbuhkan. Diantaranya, dengan mempelajari budaya. 

Menurut Koordinator Presidium KAHMI Sultra itu, generasi muda dapat mempelajari budaya dari banyak hal, seperti buku, ensiklopedia, surat kabar, atau langsung ke tempatnya. Pengetahuan mengenai budaya inilah yang mampu membuat budaya lokal tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama. Dan setelah mengetahui informasi mengenai budaya lokal, generasi muda dapat mulai mengikuti kegiatan kebudayaan tersebut.

“Misalnya, dengan bergabung menjadi peserta dan ikut melakukan budaya tersebut atau menonton orang-orang melakukan budaya tersebut. Atau bisa juga dengan menonton tarian tradisional Indonesia dan ikut mempelajari tarian tersebut atau menonton tarian tersebut dengan saksama,” papar Ruksamin. 

Cara melestarikan budaya selanjutnya yaitu dengan mengajarkan budaya tersebut ke orang lain. Jika generasi muda sekarang mengajarkan budaya daerah ke orang lain atau bahkan warga luar maupun asing, maka orang lain dapat ikut mengetahui budaya tersebut. Semakin banyak orang mengetahui budaya lokal tersebut, semakin terjaga pula tradisi tersebut.

“Generasi muda juga bisa mengenalkan atau sekaligus mengajarkan budaya lokal ke dunia internasional. Mengingat kita hidup di jaman modern dan serba digital, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah tinggal membagikan potret atau video budaya lokal ke media sosial,” beber Ruksamin. 

Ruksamin menambahkan, cara melestarikan budaya bangsa Indonesia yang lainnya adalah dengan menjadikan budaya sebagai identitas. Bangun rasa bangga ketika mengenalkan atau menggunakan budaya lokal Indonesia di tengah-tengah era globalisasi.

“Hal inilah yang dapat membuat generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang muncul di Indonesia,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua DPP KSBN Pusat, Mayjen TNI (Purn), Hendardji Soepandji menuturkan pelantikan Ruksamin merupakan amanah untuk membangun kebudayaan Sultra selama lima tahun ke depan. 

“Membangun budaya adalah membangun bangsa. Membangun peradaban bangsa maka bangunlah budaya. Ini bukan kata saya tapi amanah Undang-Undang,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh pengurus KSBN segera melakukan koordinasi internal, rapatkan barisan, tingkatkan solidaritas sebagai tindaklanjut dari pelantikan ini.

“Saya berharap sebagai bentuk tindaklanjut pelantikan agar melakukan konsolidasi untuk membentuk KSBN di 17 Kabupaten kota yang ada di bumi anoa Sultra,” tutupnya. (ali/kn). 

Tinggalkan Balasan