–Salurkan Bantuan Pangan dan Uang Tunai
KENDARINEWS.COM– 2 kepala keluarga (KK) menjadi korban kebakaran di Jalan Segar Kadia. Merespon hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari gerak cepat membantu warga.
Asmawa mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan stakeholder terkait seperti Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Pemerintah akan selalu hadir ditengah tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan bantuan,” kata Asmawa Tosepu, usai menyalurkan bantuan sosial kepada korban musibah kebakaran di Kecamatan Kadia, kemarin.
Kepala Biro Umum Sekretariat Kemendagri RI ini berharap masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dengan sebaik baiknya terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Ia pun menitip pesan kepada warga sekitar untuk selalu waspada terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. “Kepada warga yang tertimpa musibah tentu kita prihatin. Kami harap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan agar bisa terhindar dari musibah kebakaran,” kata Asmawa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Abdul Rauf mengungkapkan, bansos yang diserahkan meliputi bantuan tunai dan pangan yang sumbernya dari APBD Kora Kendari, Kemensos dan Baznas.
“Alhamdulillah kolaborasi semua pihak bisa dengan cepat menolong masyarakat kita yang tertimpa musibah. Kita sudah salurkan makanan siap saji, selimut, kasur, terpal, dan perlengkapan dapur,” ungkapnya.
Disisi lain, ia menjelaskan bahwa bantuan yang bersumber dari Baznas berasal dari dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikumpulkan setiap bulannya.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan termasuk korban musibah kebakaran yang terjadi di Kota Kendari.
“Kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman dan masyarakat Kota Kendari yang sudah mau menyisihkan rezekinya untuk saling berbagi kepada sesama,” kata Abdul Rauf.
Sulfakri, warga Kecamatan Kadia yang menjadi korban musibah kebakaran bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia mengaku, musibah kebakaran yang menimpa keluarganya sangat merugikan karena seluruh harta benda hangus terbakar.
“Kami tidak tahu penyebab kebakarannya. Tiba-tiba terjadi. Apa boleh buat ini musibah. Kami hanya bisa pasrah. Syukur Bapak Wali Kota sudah membantu. Mudah-mudahan kami bisa difasilitasi untuk memperbaiki rumah kami,” harap Sulfakri. (ags/kn)










































