oleh

Puluhan Warga Tertipu Investasi Bodong, Kerugian Rp 1 Milyar

KENDARINEWS.COM–Penipuan berkedok investasi sepertinya sudah tidak asing terdengar. Beberapa kejadian rupanya tidak dijadikan pelajaran oleh sebahgian masyarakat. Buktinya masih ada saja beberapa warga yang tertipu modus investasi bodong.

Terbaru, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari meringkus seorang wanita inisial LNR (27) di salah satu warung kopi bilangan Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu (21/1) malam. Ia dilaporkan atas dugaan tindak penipuan berkedok investasi dana pinjaman. 

Korbannya mencapai puluhan warga dengan kerugian hingga Rp1 miliar. 

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kendari Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Muh Eka Faturrahman mengurai awalnya pelaku melakukan penipuan dengan membuka grup WhatsApp dengan nama dana pinjaman (Dapin) pada November 2022 lalu. 

Kata Eka selaku owner, pelaku mencari calon korban dengan menjanjikan bunga jika menginvestasikan uang melalui grup yang dibuat tersebut. 

“Puluhan korhan yang ikut dalam grup tersebut menginvestasikan uangnya yang diawali dengan chat berupa besaran pinjaman,” beber Eka. 

“Untuk meyakinkan korban, pelaku menulis list nama yang ikut berinvestasi lengkap dengan nominal uangnya. Misalnya investasi Rp10 juta selama 10 hari kembali Rp15 juta serta investasi Rp5 juta kembali 7,5 juta selama 10 hari,” tambahnya. 

Eka mengatakan awal dimulai sistem tersebut berjalan normal, pelaku merealisasikan seperti yang telah dijanjikan. 

Namun setelah berlanjut, pelaku tidak membayarnya dan uang para korban yang telah disetor langsung diambilnya dengan mengatasnamakan orang lain. 

“Ternyata selain nama-nama korban, pelaku ini lebih dulu memasukan nama yang tidak ada orangnya dan uang ternyata diambil sendiri yang bersangkutan,” terang Eka. 

“Berdasarkan data sementara jumlah korban ada 65 orang dengan total kerugian Rp1 miliar lebih,” ungkap Eka. 

Lanjut Eka mengatakan tersangka saat ini telah diamankan di Mapolresta Kendari. Akibat perbuatannya yang bersangkutan dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (ali/kn). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini