Korban KDRT Minta Majelis Hakim Berikan Keadilan

KENDARINEWS.COM–Sidang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa VG, bos salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Kendari tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Kendari. DY, mantan istri VG yang menjadi korban KDRT meminta majelis hakim memberikan keadilan atas kasus ini.

Ia berharap majelis hakim menghukum terdakwa sesuai dengan perbuatannya. DY mengaku kasus KDRT yang ia laporkan di polisi dan sedang berproses di pengadilan, bukan untuk merekayasa perkara demi menguasai harta VG, seperti kabar yang beredar belakangan ini. Alasan kasus ini, ia bawah ke ranah hukum karena sudah tak tahan dengan sikap mantan suami yang selalu kasar.

“Selama ini, apa yang saya rasakan. Saya tidak pernah bersuara. Semua saya pendam. Tapi sekarang saya tidak bisa menahannya dan memilih melawan melalui jalur hukum,” kata DY sambil menangis didampingi Kuasa Hukumnya Yuli dan Roro, kemarin (5/1).

Ia bercerita mantan suaminya pernah memukulnya di depan kedua orang tua pelaku. Kala itu DY berusaha teriak meminta pertolongan. DY mengaku telah dua kali mengalami KDRT ketika sidang gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kendari sementara berproses.

“Kasus KDRT yang pertama saya laporkan tanggal 14 Oktober KDRT yang kedua saya alami, saya laporkan pada 23 Oktober,” ungkapnya. Namun ia heran saat sidang dengan agenda pemeriksaan saksi korban, majelis hakim hanya fokus meminta keterangan terkait laporan KDRT yang pertama ia ajukan. Padahal ia merasa kasus KDRT kedua yang ia alami, paling memilukan.

“Dan dalam dakwaan jaksa penuntut umum, juga terurai dua kasus KDRT yang saya alami. Tapi kenapa majelis hakim, hanya fokus memeriksa kasus KDRT yang pertama,” pungkasnya. Kuasa Hukum DY, Yuli berharap kliennya mendapat keadilan. Apalagi KDRT dibuktikan dengan hasil visum. Ia membantah kliennya mencuri mobil mantan suaminya, seperti yang dituduhkan. Sebab mobil itu masuk dalam harta gono gini, sebab diperoleh setelah adanya pernikahan.

“Bagaimana mungkin melakukan pencurian di rumah yang masih ditempati kliennya. Mobil itu juga, diambil oleh kliennya digunakan untuk mengantar tiga anaknya ke sekolah,” bebernya. (ani/kn)

Tinggalkan Balasan