Info Terbaru Kasus Brigadir J : Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka, CCTV Ditemukan

–Polri Temukan CCTV Sesaat Sebelum dan Setelah Pembunuhan Yosua

KENDARINEWS.COM — Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal ini dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara.

“Penyidik juga telah melaksanan pemeriksaan mendalam dengan alat bukti yang ada dan sudah gelar perkara penyidik menetapkan PC sebagai sebagai tersangka,” kata Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/8).

Kendati demikian, Agung belum menyampaikan detail keterlibat putri. “Persangkaan pasal nanti dari penyidik,” kata Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

Tim Khusus (Timsus) kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terus bekerja. Kali ini, penyidik berhasil menemukan CCTV di sekitar lokasi kejadian pembunuhan di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Alhamdulillah CCTV yang sangat vital,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/8).

Andi mengatakan, CCTV ini merekam momen penting yang berhubungan dengan proses pembunuhan. Hanya, Andi belum mendetailkan isi CCTV tersebut. “Menggambarkan situasi sebelum, setelah kejadian,” katanya singkat.

Diketahui, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J. “(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (jpg)

Tinggalkan Balasan