oleh

Waspada! DBD Masih Mengintai

KENDARINEWS.COM– Intensitas hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir ini membuat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti dimungkinkan terus bertambah. Kondisi ini membutuhkan peran semua pihak untuk meminimalisir timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi mengungkapkan kasus DBD di Kota Kendari terus meningkat. Hingga Agustus, sebanyak 170 warga yang terinfeksi wabah DBD atau meningkat 15 kasus dibanding Juli lalu.

Dari total kasus DBD itu, empat penderita dinyatakan meninggal. Dua kasus di bulan April dan 2 kasus lainnya belum lama ini. Penyebabnya akibat telat ditangani. Masyarakat masih menganggap demam merupakan sakit biasa. Padahal itu adalah salah satu gejala DBD.

“Jadi diharapkan, bagi warga yang merasa dirinya demam segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat. Agar segera dilakukan tindakan. Karena biasanya orang menganggapnya hanya demam biasa. Padahal sudah terinfeksi DBD,” ujar Ellfi, Jumat (12/8).

Sejauh ini, pihaknya terus berupaya sosialisasikan kepada masyarakat sebagai langkah awal dalam mencegah DBD.

Untuk mencegah penularan DBD, Ellfi meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan perilaku 3M yakni rajin menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas (sampah).

“Itu penting dilakukan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Jika di dalam satu keluarga sudah ada yang terpapar DBD, segera dibawa ke rumah sakit (RS) agar tidak menular ke anggota yang lain,” saran Ellfi.

Jika melihat kondisi cuaca saat ini kata dia, sangat mendukung pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Kaleng dan wadah yang berserakan bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Untuk mencegah pengembangbiakan perlu kesadaran membersihkan lingkungan sekitar. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan