oleh

Kesal Ganti Rugi Urung Dibayar, Warga Kendari Caddi Blokir Jalan

KENDARINEWS.COM–Pemasangan tiang pancang jembatan jalur Kendari-Toronipa menyisakan masalah. Beberapa rumah warga terkena imbas. Kontraktor pun berjanji bakal mengganti kerugian warga. Namun hingga kini janji itu tak terealisasi.

Puncaknya Selasa (2/8) kemarin, warga melakukan aksi blokir jalan itu. Mereka menagih janji kontraktor yang tak kunjung diselesaikan.

Kepala Dinas Sumber Daya Alam (SDA) dan Bina Marga Sulawesi Tenggara (Sultra) Burhanuddin meminta warga bersabar. Ia memastikan ganti rugi rumah warga yang rusak akibat pemasangan tiang pancang akan tetap dibayarkan. Hanya saja, semuanya perlu proses.
“Kontraktornya pasti bertanggungjawab. Saat ini, kan tinggal menunggu pencairan dananya. Kemungkinan, minggu depan sudah cair. Kalau sudah cair, langsung akan dibayarkan. Kami akan kawal pembayaran ganti ruginya,” ujar Burhanuddin kemarin.
Pemblokiran jalan kata dia, bukan menjadi jalan keluar. Namun justru akan menambah masalah. Sebab jalan wisata ini merupakan proyek strategis daerah. “Kemarin, tim sudah menghitung besaran nilai ganti ruginya. Itu pertanda, prosesnya sudah berjalan. Jadi, pasti akan dibayarkan,” jamin mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.
Korban pemasangan tiang pancang Sugiyanti mengaku sudah bosan dijanji-janji. Sejak bulan Mei terus dijanjikan namun tak pernah dibayarkan. Terakhir, pihaknya dijanjikan tanggal 1 Agustus. Namun ujung-ujungnya tak terealisasi.
“Katanya mau dibayar kemarin (1/8), tapi lagi-lagi belum cair. Yang kami butuh hanya kepastian. Kalau belum ada dananya jangan dijanjikan. Dengan begitu, kami juga tidak terlalu berharap meski ada dinding yang roboh maupun tiang rumah yang retak,” keluhnya.
Pada dasarnya, pihaknya cukup kooperatif. Makanya, ia tak mempersoalkan nilai ganti rugi yang ditawarkan. Sebab jika dihitung-hitung, jumlahnya terbilang kecil dibanding biaya yang harus dikeluarkan memperbaiki kerusakan. “Kami sangat mendukung program pemerintah. Namun apa yang menimpa kami harus turut menjadi perhatian,” pintanya. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan