oleh

Petani di Desa Waworoda Jaya Konawe Dilatih Penggunaan Pestisida

KENDARINEWS.COM — Penggunaan pestisida menjadi alternatif dalam membasmi hama atau gulma pada tanaman. Hanya saja, belum semua petani memahami cara pemakaian pestisida dengan baik. Begitupun yang terjadi di Konawe. Atas dasar itu, PT Syngenta Indonesia berinisiatif melatih petani di desa Waworoda Jaya kecamatan Tongauna Utara untuk mengetahui teknik penggunaan pestisida secara bijak, tepat dan aman.

Manager PT Syngenta Indonesia Vicky Rizki Arneldi mengatakan, pihaknya sangat terbuka bagi kalangan petani yang ingin mempelajari produk perlindungan tanaman semisal pestisida. Katanya, penggunaan pestisida yang tepat dan aman, dapat membuat hasil panen petani meningkat.

“PT Syngenta yang ada wilayah Konawe akan merasa senang jika para petani mau berdiskusi serta diajak langsung melihat tanaman dan permasalahan yang dihadapi petani. Karena pada prinsipnya, PT Syngenta ini merupakan perusahaan yang berlandaskan penelitian,” ujar Vicky Rizki Arneldi, Rabu (22/6).

Dirinya menuturkan, lewat pelatihan dan pendampingan penggunaan pestisida bagi petani di desa Waworoda Jaya itu, petani akan diajarin teknik aplikasi pemakaian perangkat nozzle untuk menyemprotkan cairan pembasmi hama tanaman. Hal itu diyakini dapat mengendalikan hama pada tanaman secara lebih efektif.

“Contohnya untuk insektisida dan fungisida, sebaiknya gunakan nozzle berbentuk kerucut (hollow cone) karena daya semprotnya halus. Namun untuk jenis gulma, pengendalian hama tersebut bagusnya menggunakan deflector. Itu karena semprotannya kasar sehingga tidak perlu diayun jika melakukan penyemprotan,” beber Vicky Rizki Arneldi.

Vicky menyebut, pihaknya juga bakal terus membimbing para petani Konawe lainnya terkait cara pemakaian pestisida. Lanjutnya, saat ini kalangan petani khususnya di Konawe, mesti lebih diedukasi cara menghindari produk yang digunakan untuk tanaman agar lebih aman sesuai tercantum dalam lima golden rules (lima aturan emas). Masing-masing, kehati-hatian dalam membeli produk pestisida, pemahaman label, perawatan tangki penyemprotan, kemanan dan kebersihan diri, serta penggunaan alat pelindung diri.

“Kami berharap setelah diedukasi, petani di Konawe dapat menggunakan pestisida secara bijaksana dan aman,” pungkasnya. (Adi).

Komentar

Tinggalkan Balasan