Wabup Dukung Investasi PT SCM, GMPK Konawe Soroti Kerusakan Lingkungan

KENDARINEWS.COM-Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim kembali menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap operasional dan investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa. Dalam acara media gathering yang digelar perusahaan pada Rabu (4/11/2025), dia menyatakan bahwa investasi tersebut telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik bagi Konawe maupun Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

” Saya yakin dan percaya investasi ini bukan hanya 30 tahun tapi 50 tahun ke atas. Dalam investasi ada prosesnya, saya meyakini PT SCM sudah berkarya dan akan terus berjalan. Tugas kita menginformasikan kepada masyarakat,” ujar Syamsul Ibrahim.

Perusahaan anak grup Merdeka ini mulai berproduksi pada 2023 dan memiliki kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 19,356 juta metrik ton pada 2025, meningkat dari 16,15 juta metrik ton pada tahun sebelumnya. Proyeksinya bahkan akan mencapai 19,73 juta metrik ton pada 2026.

Selain kontribusi keuangan, Syamsul juga menyebutkan kemajuan infrastruktur yang terasa nyata. Jarak tempuh ke Routa kini hanya 6 jam, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang membutuhkan belasan jam. Ia juga mengingatkan manajemen PT SCM untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan menjalin komunikasi baik dengan masyarakat terkait pembebasan lahan serta hak tanah adat.

Namun, investasi ini tidak luput dari kritik. Dewan Pengurus Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD-GMPK) Konawe pada September 2025 menuding PT SCM melakukan eksploitasi alam yang merusak lingkungan secara masif, seperti kerusakan hutan skala besar dan ancaman banjir lumpur. Ketua DPD-GMPK Konawe, Sumantri, juga mempertanyakan transparansi kontribusi perusahaan terhadap daerah dan realisasi Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

“Pemda tidak boleh tutup mata hanya demi alasan investasi. Investasi harusnya membawa kesejahteraan, bukan malah menciptakan bencana kemanusiaan dan ekologis,” ujar Sumantri.

Sementara itu, Corporate Communication Grup Merdeka, Tom Malik, menyampaikan bahwa perusahaan melihat media sebagai mitra untuk menyampaikan pesan dan menangkap aspirasi masyarakat sekitar operasi perusahaan.

Tinggalkan Balasan