Adian Napitupulu : 3 Periode Jangan-jangan Keinginan Orang Yang Sudah Nyaman Dalam Pemerintahan Jokowi

KENDARINEWS.COM — Jakarta – Dalam forum Talk Show yang saat itu ada Ali Mochtar Ngabalin, Adian Napitupulu menitip pesan kepada Ngabalin. “Di forum ini ada Bang Mochtar Ngabalin. sering sekali mengatakan dirinya merepresentasikan istana. Seharusnya, Bang Muchtar Ngabalin misalnya, sampai ke istana, hentikan polemik (tiga periode) itu. Presiden Jokowi harus tegas katakan sekali lagi bahwa saya tidak bersedia diperpanjang maupun dirubah konstitusi menjadi tiga periode. Itu dibutuhkan oleh rakyat. Rakyat butuh itu,” tegas Adian Napitupulu.

Menurut Adian, Pandemi sudah mengorbankan banyak hal buat bangsa ini. Energi tersedot habis. Kenapa tidak konsentrasi memperbaiki situasi ini. Adian juga tidak melihat alasan yang signifikan, alasan yang cukup mendasar untuk merubah konstitusi dari dua periode ke tiga periode masa jabatan presiden. “Nggak ada sama sekali. Nggak ada apapun. Terus, ini keinginan siapa? Siapa yang berkeinginan. Tujuannya apa? Inikan jadi lucu menurut saya. Apakah ada bisnis-bisnis orang tertentu yang mungkin belum terselesaikan perjanjiannya, kontraknya, dan sebagainya, sehingga mereka membutuhkan perpanjangan masa jabatan presiden, dengan harapan, kalau presiden diperpanjang masa jabatannya bisnisnya selesai, kontraknya berjalan baik, atau apa sih? Nggak ada. Kalau tidak ada jawaban yang tegas kenapa, itu memberikan kesempatan bagi siapapun menafsirkannya. Seperti saya menafsirkan, jangan-jangan kepentingan bisnis di sini. Jangan-jangan kepentingan segelintir orang yang sudah merasa nyaman dalam pemerintahan Jokowi,” ujar Adian Napitupulu.


“Tapi, apakah kemudian kepentingan segelintir orang itu memberikan ruang bagi perubahan konstitusi, jangan dong. Apakah kepentingan segelintir orang harus merusak amanat reformasi yang sudah gagal di banyak hal? Jangan dong. Apakah kepentingan segelintir orang itu kemudian harus memaksakan seluruh bangsa ini bersama-sama memperbaharui kembali dalam amandemen konstitusinya, jangan.

Menurut saya, kita sudah bersepakat dua periode, ya, sudah. Kalau orang katakan begini: siapa sih yang akan menghormati yang kamu katakan, kalau yang mengucapkannya sendiri tidak menghormatinya. Siapa yang akan menghormati konstitusi kita, kalau kita yang membuatnya pun tidak menghormatinya,” kata Adian lagi.(ryl)

Tinggalkan Balasan