DPRD Kolaka Minta Jangan Datangkan Banyak TKA!


KENDARINEWS.COM — Dari informasi pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka, pada tahun 2022 ini, akan ada 51 tenaga kerja asing (TKA) yang datang bekerja ke otorita Bupati, Ahmad Safei. Hal itu kemudian mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik. Ia mengingatkan kepada perusahaan yang hendak mempekerjakan TKA agar tidak terlalu banyak menggunakan tenaga dari luar negeri.

“Kami berharap kepada perusahaan agar tidak terlalu banyak mendatangkan TKA ke Kolaka. Yang didatangkan itu harus benar-benar tenaga ahli dan pekerjaannya memang tidak bisa dilakukan oleh tenaga kerja kita,” sarannya saat ditemui Jumat (18/3). Kata Syaifullah, pihaknya tidak keberatan dengan adanya TKA. Sebab menurutnya keberadaan TKA juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, dirinya mengingatkan kepada pemerintah agar TKA yang ada di Bumi Mekongga harus dipantau dan didata dengan baik.

Syaifullah Halik

“Kami sangat welcome terhadap siapa saja yang ingin berinvestasi di Kabupaten Kolaka. Termasuk perusahaan yang mempekerjakan TKA. Namun kami meminta agar para TKA itu didata dengan baik terkait keberadaan maupun jumlah serta izinnya,” pesannya. Legislator Partai Gerindra tersebut berharap, dengan keahlian yang dimiliki TKA, maka keberadaan pekerja asing itu dapat memberikan dampak positif bagi tenaga kerja lokal. “Kami berharap dengan keberadaan TKA disini dapat memberikan transfer ilmu kepada pekerja lokal. Sehingga kedepannya nanti, tugas-tugas TKA tersebut sudah dapat dikerjakan pekerja lokal. Jadi nanti perusahaan itu tidak lagi bergantung terhadap TKA,” tuturnya.

Untuk diketahui, 51 TKA yang akan bekerja di Kabupaten Kolaka tersebut berasal dari berbagi negara seperti Tiongkok, Jepang dan India. Para TKA tersebut nantinya akan bekerja pada sejumlah perusahaan di berbagai bidang seperti konstruksi, pertambangan dan perkebunan. Dari 51 TKA tersebut, beberapa diantara telah ada di Bumi Mekongga. Sedangkan sisanya belum datang. (b/fad)

Tinggalkan Balasan