BPJS Masif Sosialisasikan Jaminan Kehilangan Pekerjaan

KENDARINEWS.COM–BPJS Ketenagakerjaan terus mensosialisasikan salah satu program terbarunya yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Salah satunya melalui Podcast “Tanya pi” yang dilaksanakan secara virtual.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Minarni Lukman menjelaskan program JKP merupakan salah satu program terbarunya yang telah diimplementasikan sejak Februari 2022.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Minarni Lukman (paling kanan) saat berdiskusi dengan Fungsional Mediator Hubungan Industrial Disnaker Kota Kendari, Ilham Baftim dalam podcast “Tanya Pi” yang digelar BPJS, kemarin. (FOTO : BPJS KETENAGAKERJAAN FOR KENDARI NEWS)

“Kegiatan sosialisasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan terus kita galakkan sebagai tindaklanjut implementasi manfaat program baru BPJS Ketenagakerjaan yang telah dituangkan dalam Undang-undanng Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” ungkap Minarni, Kamis (17/03/2022).

Lanjut dia, pekerja yang menerima Jaminan Kehilangan Pekerjaan ini merupakan pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, bukan pekerja yang masa kontraknya habis atau berhenti dari tempat kerja atas keinginan sendiri.

Manfaat yang didapatkan oleh peserta saat mengikuti JKP ini adalah Manfaat Uang Tunai, Pelatihan Kerja, dan Informasi Bursa Kerja. Agar peserta dapat mengikuti program JKP ini, perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya kedalam 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Kesehatan Nasional bagi perusahaan yang memiliki skala usaha kecil – mikro.

“Sedangkan perusahaan skala menengah sampai besar, wajib mendaftarkan pekerjanya ke dalam 5 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kesehatan Nasional,” ungkap Minarni.

Pada kesempatan yang sama, Fungsional Mediator Hubungan Industrial Disnaker Kota Kendari, Ilham Baftim menyambut baik hadirnya program jamsos terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya program tersebut sangat baik untuk memberikan rasa aman bagi pekerja saat beraktifitas.

“JKP merupakan manfaat program baru yang telah terimplementasi di Februari 2022 yang iurannya tidak dibebankan oleh peserta sebagai pekerja ataupun dari perusahaan sebagai pemberi kerja. Ini sangat baik dan perlu kita dukung untuk menginformasikannya kepada masyarakat agar mereka mau berpartisipasi menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Ilham. (KN)

Tinggalkan Balasan