Stres, Pria di Muna Pilih Gantung Diri

KENDARINEWS.COM — Stres yang tak terkendali dapat berakibat fatal. Seperti yang dialami AQ (23) yang ditemukan tewas di dalam kamar. Pria asal Desa Lakologou, Kecamatan Tongkuno, Muna itu memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. AQ diduga stres berat sehingga nekat melakukan perbuatan terlarang itu. Kapolsek Tongkuno IPTU Arman mengatakan AQ pernah bermasalah dengan teman kerjanya di PT IMIP Morowali. Karena terlalu terbawa emosi, korban sampai tidak makan berhari-hari.

Ilustrasi

Akibatnya, AQ terkena penyakit lambung. “Korban juga mengalami gangguan jiwa/stres dan sering melakukan percobaan bunuh diri. Korban pernah ditangani oleh dokter ahli jiwa di RSUD Raha dan diberikan obat serta dirawat jalan di rumah,” kata IPTU Arman kepada Kendari Pos, Kamis (17/2). Pada 14 Februari lalu, korban pernah meminta kepada orangtuanya untuk membunuhnya karena merasa kepanasan. Tapi orang tuanya hanya menasehati untuk selalu sabar dan mengingat tuhan. “Sejak bulan Desember 2021 saat korban mulai punya pikiran untuk bunuh diri. Makanya, sang ayah selalu mengawasi dengan cara menemani korban tidur pada setiap malam,” ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban bersama ibunya bernama Siti Nurjanah duduk di ruang keluarga. Tak lama kemudian, korban masuk di dalam kamar, sementara ibunya bergegas mandi. Sekitar pukul 17.55 Wita, ayah korban bernama Muh. Nasir (50) pulang dari tempat kerja. Kemudian mandi dan membersihkan badan terlebih dahulu. “Ibu korban mengetuk pintu kamar anaknya, tapi tidak digubris oleh korban. Karena khawatir, Siti Nurjanah meminta suaminya agar mengintip dalam kamar, untuk memastikan keadaan anaknya,” tambahnya.

Saat mengintip, ayah korban kaget. Sebab korban terduduk di belakang pintu dengan posisi leher terikat dengan tali pinggang dan tergantung pada gantungan pakaian di belakang pintu kamar. Melihat korban dalam keadaan posisi tergantung, bapak korban langsung masuk ke dalam kamar melalui jendela lalu menurunkan korban. “korban masih sempat bernafas. Saat diturunkan dari gantungan, celana korban sudah basah, lehernya hitam. Ayah korban mencoba memberikan pertolongan dengan cara meniup mulutnya dan memompa dadanya. Sayangnya, nyawanya tidak bisa diselamatkan,” ujarnya. (b/ali)

Tinggalkan Balasan