Pesta Dilarang, Pendatang Harus Isoman

KENDARINEWS.COM– Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kolaka terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data terakhir yang diterima dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah warga yang terpapar virus corona hingga kini berjumlah 1.546. Rinciannya, tahun 2020 sebanyak 768 orang dan hingga 25 Juli 2021 lalu sebanyak 778 pasien.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei yang ditemui usai memimpin rapat terkait pencegahan dan penangan virus corona bersama pimpinan Forkopimda dan OPD, mengungkapkan, peningkatan data jumlah warga yang terpapar virus corona tersebut juga disebabkan karena banyaknya warganya yang bekerja di luar daerah dan pulang berlibur ke Bumi Mekongga.

Untuk itu, agar data jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 tidak terus meningkat, maka ia meminta semua aparat di tingkat desa dan kelurahan untuk memperketat pengawasan terhadap warganya yang datang dari luar daerah.

“Kalau ada yang datang dari luar daerah, apalagi jika berasal dari wilayah yang kasus coronanya tinggi, itu harus isolasi mandiri (Isoman). Pemerintah di desa atau kelurahan harus memberi pemahaman kepada warga tersebut agar tidak kemana-mana sebelum selesai Isoman,” pintanya, di kantor BPBD Kolaka, Senin (26/7).

Untuk lebih mengoptimalkan pencegahan penularan Covid-19, kata Safei, saat ini pihaknya juga tidak mengizinkan adanya keramaian. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembatasan waktu terhadap pelaku usaha kuliner.
“Untuk pesta pernikahan mulai saat ini sementara kami tidak berikan izin. Untuk rumah makan dan kafe juga diminta agar sudah tidak melakukan pelayanan pada pukul 21.00,” tegasnya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan tersebut, Safei belum bisa menyebutkannya. “Kami akan lakukan pendekatan persuasif. Kami minta kesadarannya agar menaati aturan tersebut karena ini demi kebaikan kita bersama,” bijak Kolaka-1 itu. (b/fad)

Tinggalkan Balasan