Dua Sungai Besar Berpotensi Meluap, Enam Kecamatan Siaga Satu Banjir

Konawe Utara Sulawesi Tenggara
Bupati Konut, H. Ruksamin telah mengeluarkan surat peringatan dini terkait potensi bencana banjir, sejak Mei 2021 lalu. Sesuai pantauan BPBD di lapangan, ditetapkan siaga satu pada enam kecamatan. Tampak bencana banjir pada tahun lalu. FOTO : DOK. HELMIN TOSUKI/KENDARI POS

KENDARINEWS.COM– Intensitas curah hujan yang turun di Kabupaten Konawe Utara (Konut) menunjukan tren peningkatan. Selama tiga hari berturut-turut, Bumi Oheo dilanda hujan sedang, dari pagi hingga malam. Kondisi itu memungkinkan adanya potensi luapan sungai yang berujung banjir. Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Djasmiddin, meminta warga Konut, khususnya yang bermukim pada wilayah bantaran sungai untuk lebih mawas diri dengan cuaca saat ini. Terutama warga yang bermukim pada lintasan dua sungai besar di Konut, Lasolo dan Lalindu.

“Ada dua sungai besar di Konut yaitu Lasolo dan Lalindu yang menjadi penyuplai utama air sehingga sering terjadi banjir di Konawe Utara,” ujar Djasmiddin, Selasa (29/6). Dari hasil pantauan tim BPBD Konut, di perbatasan hulu Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, tepatnya di Sungai Wataraki, air mulai meluap. “Untuk diketahui, Sungai Wataraki ini bersambung langsung dengan Sungai Lalindu yang melintasi beberapa kecamatan di Konut. Mulai Kecamatan Wiwirano, Landawe, Langgikima dan Kecamatan Oheo yang bermuara di Kecamatan Asera. Tepatnya di Desa Walalindu dan Amorome,” rinci Kabid Kedaruratan BPBD Konut itu.

Sedangkan sungai Lasolo mengitari beberapa wilayah kecamatan, dari Kecamatan Asera dan Andowia yang bermuara di perairan laut Teluk Lasolo. Intensitas curah hujan dari pagi hingga malam beberapa hari ini terus mengguyur tanpa henti secara menyeluruh di Konawe Utara. Potensi rawan banjir dapat melanda enam kecamatan, yakni Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima dan Wiwirano.

“Bupati Konut, H. Ruksamin telah mengeluarkan surat peringatan dini terkait bencana banjir di Konut sejak Mei 2021. Berdasarkan pantauan BPBD di lapangan, menetapkan siaga satu pada enam kecamatan,” pungkas Djasmiddin. (b/min)

Tinggalkan Balasan