Sekolah Wajib Siapkan Sarana-Prasarana Prokes

Belum Vaksin, Guru Tak Boleh Mengajar
-PBM Tatap Muka Dimulai Juli

KENDARINEWS.COM — Setelah lebih setahun menjalani belajar daring, pelajar di Kota Kendari bakal segera mengikuti pelajaran di sekolah. Pada tahun ajaran baru Juli mendatang, Pemkot Kendari telah memberi sinyal membuka Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka. Namun sekolah wajib menyiapkan perangkat protokol kesehatan (Prokes). Di sisi lain, para pengajar turut divaksin. Bagi guru yang belum divaksin, bisa dipastikan tidak bisa mengajar.

Wali Kota Kendari Sulkarnain mengungkapkan, PBM tatap muka pada Juli mendatang kemungkinan besar akan digelar. Itu dilakukan untuk mengatasi rasa jenuh siswa yang sudah setahun lebih belajar secara daring (online) dirumah. Selain itu, kebijakan membuka kembali sekolah tak lepas dari keinginan yang kuat dari orang tua murid.

Meski akan menggelar kembali PBM tatap muka, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan (sekolah) baik ditingkat Sekolah Dasar (SD) maupun ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satunya guru harus mendapatkan vaksin.

“Guru wajib vaksin. Minimal 80 persen (setiap sekolah) harus sudah divaksin. Tidak boleh mengajar kalau belum vaksin. Kecuali ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan mereka (guru) untuk (disuntik) vaksin,” kata Sulkarnain Kadir, usai membuka Jambore Kader PKK Tingkat Kota Kendari, di Pantai Nambo, kemarin.

Sulkarnain yakin seluruh guru di Kota Kendari memiliki kesadaran yang tinggi untuk mensukseskan program vaksinasi. Pasalnya, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kendari tercatat sebanyak 2.005 guru (40 persen) telah menerima vaksin dari 4.576 orang yang menjadi sasaran.

Terpisah, Kepala Dikmudora Kendari, Makmur memastikan seluruh guru di Kendari akan menerima suntikan vaksin. Itu penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Persentase vaksinasi guru yang sudah selesai total ada 2.005 orang, tetapi untuk yang sudah mengikuti vaksin pertama (sekitar dua ribuan, red) yang gelombang dua itu sudah semua tinggal vaksin tahap kedua. Kenapa kita intens mengikuti ini dan sangat senang, karena memang kami atau guru-guru kami paling akan berhadapan dengan perserta didik. Olehnya itu pembukaan pembelajaran di
bulan Juli bisa mensyarakatkan bahwa semua guru harus divaksin, kami siap seperti itu,” terang Makmur.

Ketua PGRI Kota Kendari, ini tidak menampik ada sekitar 5 persen guru-guru tidak tervaksin disebabkan ada riwayat
penyakit lain yang diderita sehingga tidak masuk dalam syarat penerima vaksin. Makmur pun menargetkan vaksinasi kelar di awal Juni nanti.

“Yang jelas kami Dikmudora mendukung dan mendorong semua guru ikut vaksin, kecuali yang ada riwayat penyakit bawaan dan memang menjadi syarat tidak bisa vaksin. Kita berharap awal Juni sudah selesai semua, sehingga nantinya kalau pembukaan pembelajaran tatap muka tidak ada lagi kendala di guru. Tapi kita hanya perlu mempersiapkan kembali utamanya prokes yang ada disekolah,” pungkasnya. (b/ags)

Vaksinasi Tenaga Guru SD-SMP
Sasaran 4.576 Orang
Progres 2.005 Orang (40 Persen)
Tak Masuk Penerima Vaksin 5 Persen (Punya Riwayat Penyakit Bawaan)
Ditarget Rampung Akhir Juni 2021

Syarat Belajar Tatap Muka
-Sekolah Siapkan Sarana-Prasarana Prokes
-Guru Wajib Divaksin

Tinggalkan Balasan