Pelaku Penganiayaan Kekasih Terancam Dua Tahun Penjara

KENDARINEWS.COM — Kekasih harusnya dilindungi. Sebab ia akan menjadi calon ibu dari anak-anak pasangannya. Namun yang dialami wanita berinisial SS (18) justru sebaliknya. Ia menjadi korban penganiayaan kekasihnya berinisial MR (22). Tidak cukup dengan kepalan tangan, pelaku juga dianiaya korban menggunakan sebilah parang. Atas perbuatannya, MR harus berurusan dengan penegak hukum. Kini, pelaku terancam dua tahun penjara.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto melalui Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna mengungkapkan telah menetapkan MR (22) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap korbannya berinsial SS, warga Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. Saat ini, polisi juga telah melakukan penahanan terhadap MR.

“Tersangka diamankan di kediamannya, Kecamatan Wua-wua Kota Kendari, Rabu 19 Mei. Saat ini status yang bersangkutan sudah tersangka. Yang bersangkutan sudah kami tahan guna menjalankan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap AKP I Gede Pranata Wiguna kemarin.

Kasatreskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna (kemeja putih) saat mengamankan barang bukti parang dan pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan berinisial MR (belakang, tengah).

Insiden ini kata Gede, bermula saat keduanya terlibat cek-cok di kediaman MR di kelurahan Mataiwoi, Selasa (18/5) sekitar pukul 21.00 Wita. Akibat pertengkaran tersebut, korban memutuskan menghubungi orangtuanya meminta dijemput. Saat melihat korban akan menelepon orangtuanya, tersangka langsung naik pitam dan memukul korban.

Tidak cukup dengan memukul korban, MR mengambil sebilah parang dan mengarahkannya ke badan korban. Sehingga korban mengalami luka memar pada lengan tangan kanan dan kiri. Ada juga luka gores pada perut, luka memar pada paha dan betis kaki kanan serta luka gores pada jari tengah tangan kanan.

“Dari hasil interogasi, tersangka mengaku menganiaya korban karena marah. Namun pelaku tidak menjelaskan apa penyebab pelaku tega melakukan perbuatan itu. Saat ini, kami masih dalami motifnya,” ujarnya.

Saat ini, polisi telah mengamankan barang bukti sebilah parang sepanjang 95 cm dengan gagang kayu warna hitam yang dililit dengan kain warna merah dan rambut. “Atas perbuatannya tersangka disangkakan melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana dua tahun delapan bulan penjara,” tutupnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan