Pengedar Jaringan Lintas Provinsi Diringkus di Perbatasan Konut-Sulteng, Polisi Amankan 40,50 Gram Sabu

Hukum & Kriminal

KENDARINEWS.COM — Seorang pria berinisial FT (36) diringkus. Warga Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini diamankan polisi. Ia ditangkap saat melintas di Pos Penyekatan Ketupat Anoa 2021 Polres Konawe Utara (Konut) di Desa Tetewatu. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti sabu seberat 40,50 gram. Pelaku diduga menjadi bagian dari jaringan lintas provinsi.

Kapolres Konut, AKBP Achmad Fathul Ulum mengatakan pelaku diamankan petugas Pos Pengamanan Ketupat Anoa 2021, saat hendak bertransaksi di pos perbatasan Konawe Utara – Morowali. Penangkapan, berawal saat pelaku melintas di pos penyekatan Tetewatu. Saat dilakukan pemeriksaan administrasi, pelaku tidak dapat menunjukkan surat hasil swab antigen. Tingkah laku pelaku juga menimbulkan rasa curiga petugas. “Petugas yang merasa curiga, membuntuti kendaraan yang digunakan oleh pelaku, ketika kendaraan pelaku berhenti di pos batas Sulteng dan Konut petugas pos penyekatan lansung melakukan penggeledahan,” ungkapnya.

Usai dilakukan penggeledahan kendaraan dan badan pelaku, ditemukan satu buah kaos kaki warna hitam. Dalam kaos kaki itu terdapat dua sachet klip sedang berisikan narkotika jenis sabu seberat 40,50 gram dalam penguasaan pelaku. Dari interogasi, pelaku mengakui barang tersebut miliknya. Pelaku memperoleh sabu itu dari perempuan yang mengaku bernama caca di Kota kendari. Transaksi dilakukan dengan sistem tempel. “Kini tersangka bersama barang bukti diamankan dan berada di Mako Polres Konut untuk pengusutan lebih lanjut. Kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkotika. “Karena tanpa hak menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli memiliki, menyimpan, menguasai serta mengkonsumsi narkotika golongan 1. Pelaku terancam dijerat dengan ancaman hukuman paling singkat enam tahun penjara,” pungkasnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan