349 Napi Lapas Kendari Dapat Remisi, Kalapas : Tak Ada yang Langsung Bebas

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Perayaan Idulfitri 1442 Hijriah menyisakan kebahagian tersendiri bagi 349 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari. Di momentum hari besar umat Islam itu, surat permohonan remisi yang diajukan akhirnya dikabulkan. Itu artinya, mereka mendapatkan pemotongan masa hukuman. Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Drs Abdul Samad Dama mengungkapkan napi yang sempat diusulkan mendapatkan remisi di momen lebaran seluruhnya terakomodir. Adapun remisi yang didapatkan oleh 349 Napi tersebut beragam, mulai dari 15 hari potongan masa tahanan hingga 2 Bulan atau 60 hari. Selain itu, ada yang hanya 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari dan 2 bulan.

“Pertama kami mengusulkan sebanyak 345 orang napi dan ada empat usulan susulan untuk mendapatkan remisi, jadi totalnya 349 semuanya memenuhi syarat. Namun dari jumlah tersebut tidak ada satupun yang langsung bebas. Seluruhnya masih menjalani masa tahanan meski telah peroleh remisi,” ungkapnya. Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana tambahnya, diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk memperbaiki diri. Memotivasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Aturan ini juga, sambungnya, diatur dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan.

“Remisi juga diatur pada Peraturan Presiden (PP) nomor 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan, perubahan pertama PP nomor 28 tahun 2006, perubahan kedua PP nomor 99 tahun 2012. Kemudian Keputusan Presiden nomor 174 tahun 1999 dan peraturan Menteri nomor 3 tahun 2018 tentang pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP),” jelasnya. Remisi yang yang diberikan ini merupkan hak setiap warga binaan. Setiap warga binaan untuk senantiasa berkelakuan baik, memenuhi segala tata tertib, dan dapat menjalankan setiap program pembinaan yang diberikan. “Dengan begitu, para warga binaan pemasyarakatan berpeluang mendapat remisi,” tutupnya mengingatkan. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *