Peredaran Narkotika di Kendari Kian Mengkhawatirkan, Hampir Setiap Hari Ada Pelaku yang Ditangkap

HEADLINE NEWS

KENDARINEWS.COM — Peredaran narkoba di Kota Kendari cukup mengkhawatirkan. Hampir tiap hari, ada saja warga metro yang ditangkap akibat penyalahgunaan Narkotika. Guna menekan kasus peredaran barang haram ini, Satresnarkoba Polres Kendari mengajak seluruh masyarakat Kota Kendari ikut serta perang memberantas peredaran narkoba. Kasatresnarkoba Polres Kendari, IPTU Ridwan mengatakan partisipasi masyarakat sangat penting dalam memberantas peredaran Narkotika. Atas dasar itu, pihaknya akan lebih aktif menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Kota Kendari.

“Masyarakat dapat melaporkan jika mengetahui tentang adanya penyalahgunaan narkotika. Sejauh ini, keterlibatan masyarakat sudah baik. Namun perlu lebih banyak lagi masyarakat yang proaktif,” ujarnya. Dukungan ini terlihat dari beberapa kasus yang diungkap aparat kepolisian. Pekan ini, polisi berhasil mengamankan empat pengedar narkoba jenis sabu di Kota Kendari. Semuanya berawal dari laporan masyarakat.

“Ada tiga kali pengungkapan dan empat tersangka kasus narkoba jenis sabu, Satresnarkoba Polres Kendari berhasil mengamankan empat pengedar narkotika jenis sabu. Masing-masing berinisial IP(21), IL (20), JO (27) dan BA (36). Para pelaku ditangkap di sejumlah tempat yang berbeda di Kota Kendari. Saat ini para pelaku tengah menjalani pemeriksaan di Mako Polres Kendari untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Ridwan.

Kasus pertama menjerat IP dan IL. Keduanya ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Watu-watu, Kecamatan Kendari Barat dengan barang bukti 0,19 gram. Barang bukti sabu itu ditemukan di depan rumah tersangka yang sengaja dibuangnya. Setelah itu, tim Satresnarkoba kembali mengamankan Joko (27) di Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu saset sabu seberat 0,47 gram yang disembunyikan dalam pembungkus rokok.

“Terbaru, tim menangkap BA (36) diamankan di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, dengan barang bukti lima sachet sabu seberat 10,33 gram. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam dos handphone yang disimpan di atas lemari milik tersangka. Dari keterangan salah satu tersangka, sabu tersebut diperoleh dari jaringan Lapas Kendari dengan sistem tempel. Namun masih akan kita dalami, apakah terbukti dari jaringan Lapas,” ujarnya. Saat ini, keempat pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Kendari. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka IP(21), IL (20), JO (27) disangkakan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Untuk tersangka BA (36) dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *