Jalan Mulus, Rakyat Sentosa

Nasional

–Bupati Butur Lanjutkan Pembangunan Bandara
–Sukses Lobi Alsintan di Kementan

BURANGA, KENDARINEWS.COM–Optimalisasi pembangunan di Kabupaten Buton Utara (Butur) mutlak dilakukan. Aspek infrastruktur-terutama jalan-mesti mendapat sentuhan porsi yang lebih besar. Melihat kondisi jalan di Butur saat ini, sulit menyebutnya memadai.

Situasi itu tentu saja berdampak terhadap arus mobilisasi barang dan jasa. Berangkat dari fakta itu, Bupati Butur Ridwan Zakariah bertekad memuluskan jalan.

Bupati Butur, Ridwan meyakini ketika ruas jalan mulus, mobilisasi barang dan jasa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat akan terjamin. Bukan mustahil, jika ruas jalan mulus, rakyat Butur sentosa. “Kendati jalannya rusak, patut disyukuri. Karena masyarakat masih bisa menggunakan akses darat menuju Kota Baubau dan Kendari melalui jalan provinsi itu,” ujar Bupati Butur, Ridwan Zakariah saat berdiskusi dengan Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi dalam safari jurnalistik Kendari Pos dan Kendarinews.com, Senin (15/3).

Ki-Ka: Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi, Ketua DPRD Butur Diwan, Bupati Butur Ridwan Zakariah, Pj Sekda Butur Yuni Nurmalawati dan Direktur Kendarinews.com/Manajer Iklan Kendari Pos Awal Nurjadin. Jajaran direksi dan manajemen Kendari Pos melakukan safari jurnalistik ke daerah-daerah termasuk Pemda Butur dalam rangka memperkuat sinergisitas antar lembaga. HADRIAN INDRA MAPPA / KENDARINEWS.COM

Bupati Butur, Ridwan Zakariah menegaskan kondisi ruas jalan di bumi Lipu Tinadeakono Sara itu sangat membutuhkan pembenahan. Olehnya itu, pada periode kedua memimpin Butur, Ridwan akan memfokuskan pembenahan ruas jalan kabupaten yang rusak dan melakukan upaya lobi kepada Pemprov Sultra untuk pembenahan jalan provinsi.

Mantan Sekda Buton itu menyadari, tantangan menjalankan roda pemerintahan di tengah pandemi covid-19 sangat besar. Apalagi ada refocusing anggaran. Walaupun pemotongan itu demi kepentingan negara. Tahun ini, APBD Butur hanya sekira Rp.679 miliar.

“Itulah modal bergerak membangun Butur. Kami tetap konsisten memprioritaskan infrastruktur jalan. Karena jalan ini, betul-betul berdampak akses kehidupan terutama ekonomi. Kalau jalan rusak, harga komoditas naik dan bisa juga harganya anjlok. Karena tengkulak pasti bermain. Membeli komoditas dengan membeli harga murah. Berbeda halnya, jika petani menjual langsung ke Baubau pasti harganya mahal,” ungkap Ridwan Zakariah.

Bupati Ridwan Zakariah mengungkapkan, sekira 60 persen masyarakat Butur berkecimpung di sektor pertanian. Penyumbang PDRB terbanyak di dominasi dari sektor pertanian. “Kita berharap ada transportasi ekonomi. Tapi, dengan pandemi ini justru lapangan kerja makin sempit, pengangguran makin besar, pendapatan masyarkat turun drastis. Akhirnya, banyak masyarakat Butur memilih merantau,” tuturnya didampingi Ketua DPRD Butur Diwan, Pj.Sekab Butur Yuni Nurmalawati dan sejumlah kepala OPD di Aula Setda, Senin (15/3).

Mantan Ketua DPD PAN Butur itu mengungkapkan, potensi lahan persawahan seluas 4.800 hektare. Hanya saja, sekira 1.800 hektare yang dapat dimanfaatkan. Kendalanya cukup kompleks. Sebut saja, kemampuan daerah membangun irigasi terbatas, walaupun ada 12 aliran sungai di Butur.

“Antisipasinya membangun embung. Saat saya ke Jakarta, Kementerian Pertanian juga merespons dengan memberikan bantuan-bantuan alat pertanian,” tambahnya.

Bagi Bupati Butur Ridwan, menggerakan roda ekonomi tak cukup hanya dengan membuka akses moda transportasi darat berupa mulusnya jalan. Terjaminya akses moda transportasi udara juga sangat penting. Makanya, Bupati Ridwan Zakariah bertekad melanjutkan pembangunan bandar udara (Bandara) yang sempat mandek.

“Pembangunan bandara sudah saya rintis pada periode pertama. Bahkan, sudah ada persetujuan perhubungan udara. Ini akan saya dilanjutkan pembangunan bandara,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi mengungkapkan, Kendari Pos getol berinovasi di tengah gempurah era disrupsi saat ini. Kendari Pos bertransformasi seiring perkembangan teknologi informasi. Kendari Pos melakukan konvergensi media dengan core bisnisnya tetap pada koran. Konvergensi itu yakni Koran Kendari Pos, media online kendaripos.co.id, kendarinews.com, update news dan kanal youtube KP Channel.

“Bahkan kami melakukan perubahan paradigma, yang semula bad news is the best news, kini menjadi good news is the best news,” ujar La Ode Diada Nebansi didampingi Pemred Kendari Pos, Inogn Saputra, Direktur Kendarines.com Awal Nurjadin dan Wadir Kendari Pos, Arifuddin Mangka, kemarin.

Informasi pembangunan Butur dalam kendali Bupati Ridwan Zakariah akan tersaji dalam beragam platform hasil inovasi Kendari Pos bernama konvergensi media. Kabupaten Butur memiliki banyak potensi dan sangat ideal tersaji dalam kemasan koran Kendari Pos bersama platform konvergensi media lainnya.

“Potensi Butur seperti sektor pariwisata dengan keindahan pantai, pertanian, dan potensi sektor lainnya. Berita tentang Butur tersaji positif di rubrik Kendari Pos,” imbuh La Ode Diada Nebansi.

Ketua DPRD Butur, Diwan mengapresiasi sajian informasi Kendari Pos yang terverifikasi dengan memfilter informasi valid sehingga menghalau berita hoaks. Diwan menegaskan Kendari Pos dapat menjadi garda terdepan memberantas berita hoaks.

DPRD Butur pun siap bersinergi dengan harian Kendari Pos. “Saya suka berita benar, media massa harus mampu menyaring berita-berita yang layak untuk disajikan. Dan saya melihat itu ada di Kendari Pos,” ungkapnya.

Pj.Sekda Kabupaten Butur, Yuni Nurmalawati memahami pembangunan sebuah daerah membutuhkan sinergi dengan semua pihak, termasuk media massa yang akan mempublikasikan capaian pembangunan. “Kendari Pos merupakan media cetak terbesar di Sultra. Alangkah eloknya, dinamika pembangunan Kabupaten Butur tersaji dalam koran Kendari Pos,” ujar Karo Ekonomi Setda Pemprov Sultra itu. (had/b)

Tinggalkan Balasan