Strategi Sulkarnain Bangkitkan UKM : Bantu Pemodalan, Gandeng Kementerian, BUMN dan Baznas

KENDARINEWS.COM — Perang terhadap wabah corona terus dilakukan Pemkot Kendari. Tak hanya fokus menekan laju penyebaran, Pemkot tetap berupaya membangkitkan sektor ekonomi terutama pelaku usaha kecil mikro (UKM) yang ikut terdampak. Dalam membantu UKM, Pemkot menerapkan tiga strategi jitu yakni memudahkan perizinan berusaha, membuka akses permodalan serta menjaga atmosfer bisnis agar tumbuh dan terus terjaga.

Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir mengatakan terus memberi kemudahan segala bentuk perizinan usaha baik perorang maupun investor. Kebijakan itu diambil sesuai instruksi Presiden, Joko Widodo yang meminta setiap daerah membuka seluas-luasnya peluang investasi kepada masyarakat. “Saya sudah instruksikan Dinas Penanaman Modal agar tidak menyulitkan siapa saja yang ingin berusaha. Bagi investor kami berikan izin dengan syarat 80 persen tenaga kerjanya adalah warga Kota Kendari dan melibatkan minimal 20 persen pelaku UKM didalam bisnisnya,” kata Sulkarnain pada kegiatan Ngopi dan Diskusi Bareng akhir tahun yang digelar eLFATA Institute, kemarin.

Selanjutnya, pihaknya berupaya membuka akses permodalan dengan bersinergi dengan beberapa kementerian terkait dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, melalui pembiayaan tanpa agunan dan pengembalian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari.
“Kami mencoba membangun komunikasi dengan beberapa kementerian seperti Kemenparekraf. Beberapa hari lalu, kita telah mendapatkan dana hibah sekira Rp 4,2 miliar. Kami juga dorong perusahaan BUMN yang ada di Kendari untuk memberikan bantuan permodalan kepada UKM di Kota Kendari. Bahkan melalui baznas, kita juga memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat sebesar Rp 1 juta – Rp 3 juta per orang untuk berusaha. Dimana tahun ini kita sudah menyalurkan modal sekira Rp 174 juta kepada 136 UKM agar usahanya tetap berjalan,” jelasnya

Pemkot kata dia, senantiasa menjaga atmosfer bisnis agar tumbuh dan terus terjaga. Masyarakat diminta untuk menjaga kondusifitas wilayah, sebab itu menjadi indikator utama pelaku usaha maupun investor mengembangkan bisnisnya. “Dalam setiap lawatan saya di kelurahan, saya meminta masyarakat untuk menjaga kondisi wilayahnya agat tetap aman. Hal itu supaya masyatakat itu sendiri, maupun pelaku usaha tidak ragu untuk membuka usaha. Dengan begitu peluang kerja akan tercipta dan akan mengurangi angka pengangguran kita,” kata Sulkarnain.

Di sisi lain, Sulkarnain meminta kepada para pelaku UKM agar memiliki mental bisnis yang kuat sehingga mampu bertahan dan bangkit meskipun di tengah pandemi covid-19. “Yang mahal dari sebuah bisnis itu adalah bukan apa usahanya, bagaimana bentuk usahanya dan sebesar apa usahanya, tapi mental bisnis kita,” tuturnya. Menurut dia, dengan memiliki metal bisnis yang kuat, maka para pelaku UMKM tidak akan mudah goyang dan selalu mampu untuk berinovasi dalam menciptakan produk yang memiliki daya saing. “Karena kalau kita tidak punya mental bisnis, maka usaha apapun yang kita jalankan itu sulit dia tumbuh dan maju,” tutur Sulkarnain.

Pada kesempatan yang sama, Founder eLFATA Institute Abdul Rahman Farizi (ARF) mengatakan empat hal yang harus dihadapi para pelaku UMKM di Sultra untuk berkembang yaitu akses permodalan, pengemasan, perizinan dan pemasaran. “Keinginan kita bagaimana UMKM itu di tahun 2021 sebagai tahun kebangkitan UMKM Sultra. Jadi tentu untuk bangkit kita butuh sinergi kebijakan, kita butuh kolaborasi ke pusat, provinsi dan daerah. Jadi empat tadi itu saya kira kalau kita lakukan kita atasi benar-benar, semoga kita bisa laju kencang di 2021,” tandasnya.

Sekedar informasi, dalam ngopi dan diskusi bareng pemkot dan eLFATA Institute ini dihadiri puluhan peserta mulai dari pelaku UMKM, dan mahasiswa yang hendak membuka usaha. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Forum UMKM Sultra, dan perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sultra. (b/ags)

Tiga Strategi Pemkot Kendari

  1. Mudahkan Perizinan
    Syarat Investor : 80 Persen Rekrut Tenaga Lokal
    Libatkan 20 Persen Pelaku UKM dalam Bisnisnya
  2. Buka Akses Permodalan
    Gandeng Kementerian, BUMN dan Baznas
  3. Jaga Atmosfer Bisnis

Kementerian : Dana Hibah Pariwisata Rp 4,2 Miliar
BUMN : Bantuan Permodalan UKM
Baznas : Bantuan Modal Rp 1 Juta s.d Rp 3 Juta Per-UKM
: 136 UKM Penerima

Tinggalkan Balasan