Sekot Kendari : Rp 370 Miliar Anggaran Direfocusing

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia tak terkecuali Kota Kendari sejak Maret lalu rupanya berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 Kota Kendari. APBD khususnya pada belanja daerah (belanja tidak langsung) mengalami Recofussing sekira Rp 370 miliar dari total Rp 850 miliar yang sudah ditetapkan.

“Total pengurangan belanja kita adalah sebesar Rp 370 miliar yang dialokasikan ke belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp 38 miliar dan serta juga di alokasikan untuk menutupi pengurangan target pendapatan akibat Covid-19 sebesar Rp 332 miliar,” ungkap Sekot Kendari, Nahwa Umar dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Dana Recofussing Covid-19 antara Pemkot dengan Kejari Kendari, kemarin.

Seluruh alokasi anggaran kegiatan penanganan Covid-19 Kota Kendari, semua berasal dari BTT yang terdiri dari penanganan bidang kesehatan (medis/non medis) sebesar Rp 17,4 miliar, kemudian penyediaan jaring pengaman sosial Rp 21,2 miliar dan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 12,7 miliar. “Jadi totalnya Rp 51,3 miliar. Sebenarnya BTT kita tidak cukup karena hanya dialokasikan hanya Rp 38 miliar. Akan tetapi sebelumnya sudah ada dana cadangan Pemkot Kendari sebesar Rp 13,3 miliar sehingga upaya penanganan bisa kita realisasikan,” kata Nahwa.

Khusus jaring pengaman sosial kata Nahwa, pihaknya menargetkan bakal menyalurkan sekira 65.882 paket sembako. Dimana separuhnya sekira 32.941 paket (tahap I : 21.925, tahap II : 11.016) sudah tersalur dan masih ada sekira 32.941 paket lagi masih akan disalurkan kedepannya. “Saat ini sedang dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Inspektorat Kendari,” ujarnya. Untuk bantuan langsung tunai (BLT), pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada sekira 9.025 masyarakat yang terdampak Covid-19. Rinciannya, sebanyak 3.639 karyawan yang dirumahkan, 3.789 orang pedagang dan UKM, serta 1.777 nelayan. “Setiap penerima sapat bantuan tunai Rp 300 ribu,” kata Nahwa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari Shirley Sumuan, mengapresiasi upaya Pemkot Kendari dalam penanganan Covid-19. Menurutnya, pengelolaan dana recofusing yang dilakukan sangat transparan dan akuntabel. Pihaknya pun berkomitmen untuk bermitra dengan pemkot perihal pendampingan pengelolaan anggaran sehingga realisasinya kedepan bisa semakin maksimal. (b/ags)

Dana Refocusing 2020
-Total Rp 370 Miliar

Penanganan Kesehatan (Medis/nonmedis) Rp 17,4 Miliar
Penyediaan Jaring Pengaman Sosial Rp 21,2 Miliar
Penanganan Dampak Ekonomi Rp 12,7 Miliar

  1. Jaring Pengaman Sosial
    -Disiapkan 65.882 Paket Sembako
    -Tersalur 32.941 Paket
    -Tahap I : 21.925 Paket, Tahap II : 11.016 Paket
  2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)
    Penerima Sekira 9.025 Masyarakat
    -3.639 Karyawan yang Dirumahkan
    -3.789 Pedagang dan UKM
    -1.777 Nelayan.
    -Besaran Rp 300 Ribu

Tinggalkan Balasan