Cegah Penyalahgunaan Narkoba di “Zona Merah”, PT Vale Gelar Edukasi Kesehatan di Desa Oko-Oko

KENDARINEWS.COM— PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) di wilayah lingkar tambang. Melalui program ESG Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya, perusahaan menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) Pencegahan Napza di Aula Kantor Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Penyelenggaraan dinilai mendesak mengingat Desa Oko-Oko masuk dalam kategori zona merah penyebaran narkoba.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, menjelaskan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap kondisi kesehatan dan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Berdasarkan informasi dari BNN, desa ini merupakan zona merah penyebaran narkoba. Ini tentu ada hubungannya dengan aktivitas dan mobilisasi masyarakat yang cukup tinggi. Sehingga kami merasa penting melaksanakan sosialisasi ini agar bisa membantu meminimalisir penyebaran narkoba di Desa Oko-Oko,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu — memengaruhi sistem saraf pusat dan memicu halusinasi — tetapi juga memicu masalah sosial di lingkungan, termasuk meningkatnya kasus pencurian dan gangguan ketertiban. Karena itu, pencegahan memerlukan sinergi semua pihak.

“Narkoba ini membutuhkan usaha semua pihak. Perusahaan, pemerintah, dan masyarakat harus bersama-sama mengambil peran dalam pencegahannya,” tegasnya.

Selain melindungi warga, upaya ini juga ditujukan agar para pekerja tetap terjaga dari dampak buruk penyalahgunaan zat.

Kepala Desa Oko-Oko, Binsar, menyambut baik langkah PT Vale dan menyebut sosialisasi ini sebagai kegiatan perdana terkait pencegahan Napza di desanya. Ia mengakui Desa Oko-Oko memang masuk zona merah berdasarkan data dari kepolisian dan kecamatan.

“Ini adalah sosialisasi Napza perdana di desa kami. Harapannya, ke depan bukan hanya sosialisasi Napza, tetapi juga edukasi kesehatan lainnya seperti pencegahan ISPA,” ungkapnya.

Binsar berharap upaya pencegahan ke depan tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan melibatkan langsung Badan Narkotika Nasional (BNN) agar penanganan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, PT Vale menghadirkan dua narasumber berkompeten: dr. Armayanti — Kepala Puskesmas Pomalaa; Mokhammad Syifak — Health Educator PT Vale IGP Pomalaa.

Dengan sinergi lintas pihak, Desa Oko-Oko diharapkan perlahan terbebas dari ancaman peredaran narkoba, sehingga masyarakat dapat hidup sehat, aman, dan produktif.

Tinggalkan Balasan